Banyak Saham Merah di Perdagangan Hari Ini, Begini Respons COO Danantara

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Banyak Saham Merah di Perdagangan Hari Ini, Begini Respons COO Danantara

COO Danantara Pandu Sjahrir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan banyaknya saham nan berada di area merah pada perdagangan di hari pertama pasca pengumuman agenda transformasi Bursa Efek Indonesia merupakan bagian dari koreksi alam.

Pandu Sjahrir menilai sebelumnya banyak saham-saham nan mengalami kenaikan valuasi secara tajam, meskipun secara esensial saham-saham tersebut dinilai tergolong kurang layak untuk investasi namalain uninvestable.

"Memang banyak retail memandang ini banyak saham-saham nan kemarin saya bilang uninvestability alias saham-saham nan memang dengan valuasi nan sangat tinggi mengalami koreksi," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Dia mengatakan, saat ini para penanammodal mulai mencari emiten nan punya esensial kuat sebagai tempat berinvestasi. Mengutip info IDX Mobile, hingga pukul 15.26 tercatat hanya ada 52 emiten saham nan penguatan, 142 emiten stagnan, dan 763 saham nan tertekan.

"Jadi banyak sekali jika dilihat observasi awal dari sisi retail memandang saham-saham nan mempunyai valuasi nan mungkin banget tinggi alias bahasanya uninvestable itu nan mengalami koreksi, mungkin bakal mengalami koreksi alam," kata Pandu.

Sehingga menurutnya, koreksi nan tengah terjadi pada hari perdagangan hari pertama pekan bukan sesuatu nan perlu dikhawatirkan oleh para investor. Sebab tengah dalam masa transisi untuk pendalaman pasar nan lebih bagus kedepannya lewat agenda transformasi nan dilakukan.

"Jadi saya sih melihatnya sesuatu nan enggak perlu dikhawatirkan, ya kita kudu memandang kembali ke fundamental. Juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya memandang short term," kata Pandu.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbareng Pemerintah menyiapkan 8 agenda transformasi pasar modal secara menyeluruh guna memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com