Tangerang, CNN Indonesia --
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten menggagalkan penyelundupan satwa langka dari Thailand di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Satwa itu berupa kadal dan monyet mini nan diselundupkan oleh seorang penumpang penduduk negara Indonesia (WNI) berinisial HA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah satwa hidup nan disembunyikan di dalam kaus kaki dan diselipkan pada celana ketat elastis (legging) nan dikenakan penumpang berinisial HA. Satwa tersebut terdiri atas tiga ekor marmoset, empat ekor kadal panama, dua ekor bearded dragon, satu ekor kadal uromastyx," ujar Kepala Karantina Banten, Duma Sari, Sabtu (9/5).
Duma mengatakan berasas hasil pemeriksaan awal, satwa-satwa tersebut sengaja disembunyikan pelaku untuk menghindari pemeriksaan petugas.
"Tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan hewan maupun aspek kesehatan dan keamanan hayati lantaran pemasukan satwa tanpa prosedur karantina berpotensi membawa (benih)penyakit dan penyakit hewan," ujarnya.
(Foto: Istimewa)
Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggagalkan penyelundupan satwa hidup dari Thailand di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Duma menyebut seluruh satwa sekarang diamankan di Instalasi Karantina Hewan untuk menjalani observasi, pemeriksaan kesehatan, serta tindakan karantina lebih lanjut.
"Pengawasan terhadap lampau lintas hewan dan media pembawa di pintu pemasukan negara bakal terus diperketat guna mencegah masuknya penyakit hewan maupun praktik perdagangan satwa ilegal," katanya.
Atas perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 33 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan lantaran memasukkan media pembawa tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal serta tidak melaporkan dan menyerahkannya kepada petugas karantina.
Pelanggaran tersebut dapat dikenakan hukuman pidana berupa pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.
(fra/dod/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·