Hansi Flick.(FC Barcelona)
BARCELONA menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions di Camp Nou, Kamis (9/4). Pelatih Barca Hansi Flick meluapkan amarahnya terhadap keputusan wasit serta VAR nan dinilai merugikan dan tidak adil.
Flick mempertanyakan kejadian handball bek Atletico, Marc Pubill, nan tidak ditinjau ulang oleh VAR. Dalam situasi tersebut, Pubill menyentuh bola dengan tangan setelah menerima umpan dari kiper Juan Musso sebelum melakukan tendangan gawang.
Flick menilai kejadian itu semestinya berbuah kartu merah sekaligus penalti untuk Barcelona. Namun, tidak ada intervensi VAR pada kejadian tersebut.
"VAR hari ini sangat konsentrasi untuk Atletico, dia orang Jerman (asisten VAR), jadi terima kasih Jerman. Bagi saya itu jelas kartu merah," ujar Flick dengan nada sarkastik.
Kontroversi semakin memanas lantaran sebelumnya VAR justru aktif dalam kejadian nan melibatkan pemain Barcelona. Bek Pau Cubarsi awalnya hanya mendapat kartu kuning usai menjatuhkan Giuliano Simeone nan berkesempatan mencetak gol.
Namun, setelah peninjauan ulang VAR, wasit Istvan Kovacs mengubah keputusan menjadi kartu merah. Itu membikin Barcelona kudu bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua. Flick menilai inkonsistensi tersebut tidak dapat diterima.
"Menurut saya jelas, mereka kudu memanggil wasit untuk memandang ulang kejadian itu, seperti sebelumnya. Saya tidak mengerti," katanya.
Flick juga memilih tidak berbincang langsung dengan wasit usai laga. Meski kecewa, Flick menegaskan timnya kudu segera berbenah menghadapi leg kedua.
"Kami kudu menerima ini dan konsentrasi ke pertandingan berikutnya di kandang Atletico. Kami punya kualitas untuk menentukan hasil dan kudu terus berjuang," tegasnya.
Di sisi lain, pembimbing Atletico Diego Simeone memihak keputusan wasit. Ia menilai tidak ada nan keliru dalam kejadian tersebut.
"Ada logika sehat di situasi itu. Jika pemain menafsirkannya seperti itu dan wasit juga melihatnya sama, berfaedah itu keputusan nan tepat," kata Simeone.
Pada laga itu, Atletico tampil efektif. Gol dari Julian Alvarez dan Alexander Sorloth memberi mereka kelebihan krusial jelang leg kedua di markas sendiri pekan depan.
Kekalahan jelas membikin Barcelona berada dalam posisi susah sekaligus meninggalkan pekerjaan rumah besar. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·