Batal Suntik Rp1.680 Triliun, Nvidia Tutup Keran Dana Raksasa untuk OpenAI Tahun Ini

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

CEO Nvidia Jensen Huang memastikan suntikan biaya sebesar USD30 miliar (Rp504 triliun) untuk OpenAI bakal menjadi investasi terakhir mereka sebelum kreator ChatGPT tersebut melantai di bursa saham. Foto: ist

JAKARTA - CEO Nvidia, Jensen Huang secara mengejutkan menyatakan bahwa investasi terbarunya senilai USD30 miliar (Rp504 triliun) ke kreator ChatGPT, OpenAI, kemungkinan besar bakal menjadi nan terakhir sebelum perusahaan startup kepintaran buatan (AI) tersebut melantai di bursa saham menjelang akhir tahun ini.

Pernyataan krusial ini disampaikan oleh Huang saat berbincang di panggung Morgan Stanley Technology, Media & Telecom Conference belum lama ini.

Langkah Nvidia untuk "tutup dompet" ini rupanya mempunyai argumen khusus. "Alasan (mengapa ini nan terakhir) adalah lantaran mereka bakal segera go public," tegas Huang.

Ketika OpenAI telah resmi melakukan penawaran umum perdana (IPO), mereka bakal bertumpu pada biaya segar dari penanammodal publik di pasar saham, sehingga ketergantungan pada suntikan biaya eksklusif dari segelintir raksasa teknologi bakal berakhir.

Angka Fantastis nan "Dibekukan"

Keputusan ini meruntuhkan mimpi besar nan sempat digaungkan pada bulan September tahun lalu. Saat itu, Nvidia dan OpenAI merancang kesepakatan prasarana berbobot USD100 miliar (Rp 1.680 triliun), di mana Nvidia dijadwalkan menyuntikkan biaya secara berjenjang seiring beroperasinya akomodasi superkomputer baru.

Kini, Huang mengakui bahwa kesempatan mewujudkan nomor Rp1.680 triliun tersebut kemungkinan besar "tidak bakal terjadi".

Batalnya rencana raksasa ini sebenarnya telah menunjukkan sinyal ancaman sejak beberapa bulan terakhir setelah memicu spekulasi panjang mengenai ruang lingkup hubungan kedua perusahaan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews