Namun, petaka justru datang tepat tiga hari sebelum agenda keberangkatan (H-3). Anehnya, berita jelek itu tidak datang dari pihak Hanania Travel, melainkan dari hasil penelusuran Monica sendiri di bumi maya.
Melalui media sosial, Monica mendapati berita mengejutkan bahwa jemaah nan dijadwalkan berangkat pada 25 dan 26 Maret rupanya kandas terbang. Kekacauan sempat pecah di airport lantaran sebagian jemaah sudah telanjur tiba di sana, hanya beberapa jam sebelum agenda pesawat lepas landas.
Beruntung, Monica belum sempat bertolak ke bandara. Namun, realita bahwa impiannya ke Tanah Suci batal seketika membuatnya syok.
“Kalau enggak cari tahu sendiri, saya enggak bakal tahu jika umrah saya gagal," ungkapnya.
Bayang-Bayang Kasus First Travel
Meski merasa dibohongi, Monica dan jemaah lainnya tidak langsung gegabah melaporkan kasus ini ke polisi. Ada satu kekhawatiran besar nan membikin mereka menahan diri, nasib duit nan sudah disetorkan (refund).
Tragedi kasus First Travel beberapa tahun silam membayangi pikiran mereka. Para jemaah cemas jika langsung menempuh jalur pidana dan memenjarakan pemilik travel, kesempatan untuk mendapatkan duit mereka kembali justru bakal semakin menipis.
Jalur tenteram lewat mediasi akhirnya dipilih sebagai jalan tengah. Salah satu pertemuan besar sempat digelar di Ballroom Ciputra pada April lalu, nan mempertemukan pihak travel, perwakilan jemaah, dan Kementerian Agama.
Dalam mediasi tersebut, pihak Hanania Travel berjanji bakal mengembalikan biaya jemaah secara bertahap. Opsi nan ditawarkan beragam; ada jemaah nan memilih pengembalian duit total (refund), agenda ulang keberangkatan (re-schedule), hingga tetap meminta diberangkatkan.
Sebuah skema pembayaran pun disusun. Jemaah Syawal nan mencakup jemaah kandas berangkat pada bulan Maret dijanjikan bakal menerima pengembalian biaya sebesar 30 persen paling lambat tanggal 29 Mei.
Nilai nan kudu dibayarkan tentu fantastis. Menurut Monica, untuk golongan terbang bulan Maret saja jumlahnya mencapai sekitar 1.500 orang. Angka ini belum ditambah dengan jemaah nan dijadwalkan berangkat pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·