Bekas Borgol di Tangan Andre Jadi Saksi Misi Kemanusiaan ke Gaza

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Keterbatasan bahasa menjadi salah satu tantangan nan dirasakan Andre. Meski tak membuka komunikasi dengan mereka, Andre mengaku sempat diminta menandatangani sebuah dokumen.

Namun, lantaran tidak bisa bahasa Hebrew, dia pun enggan melakukannya. Sebelum pelayaran dimulai, Andre dan para aktivis lainnya telah dibriefing oleh Adalah Lawyer selaku penasehat hukum.

Meski sempat diculik dan mendekam di penjara, perihal itu tidak membikin semangatnya surut. Ia justru semakin terdorong untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina dari kolonialisme zionis Israel.

Dengan semangat nan menggebu-gebu, Andre menitipkan pesan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk terus berada di jalan perjuangan. Ia berharap, Indonesia terus konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina di tengah bentrok nan tak kunjung mereda.

"Yang saya bakal kasih lihat kepada bumi adalah bahwa kolonialisme nan dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina, terhadap negara Palestina itu tetap terjadi hingga hari ini," ujar Andre.

Bagi Andre, perjalanan tersebut bukanlah pelayaran laut biasa. Di atas laut internasional, mereka membawa satu tujuan dan harapan, menembus blokade nan terjadi selama bertahun-tahun. Menurutnya, tak ada siapapun nan bisa menghadang misi kemanusiaan tersebut. Apalagi dilakukan di laut internasional, sehingga Israel tak mempunyai kewenangan untuk menghalanginya.

“Apa salahnya kami berlayar di lautan internasional, nan tidak ada satu negara pun berkuasa mengklaimnya,” ungkapnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita