Belajar dari Singapura-Hong Kong, Pandu Sjahrir Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |10:18 WIB

Belajar dari Singapura-Hong Kong, Pandu Sjahrir Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi

Belajar dari Singapura-Hong Kong, Pandu Sjahrir Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Patria Sjahrir menegaskan, rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak bakal mengganggu independensi bursa. Menurutnya, demutualisasi merupakan praktik nan lazim dan telah diterapkan di banyak negara dengan tata kelola nan terbukti melangkah baik.

Pandu mencontohkan demutualisasi bursa telah dijalankan di beragam negara, seperti bursa Hong Kong, bursa Singapura, India, dan apalagi Malaysia. Dia menyebut demutualisasi bakal mengubah struktur kepemilikan BEI nan saat ini dikuasai oleh perusahaan sekuritas (anggota bursa), dan ke depan BEI berpotensi menjadi perusahaan terbuka (Tbk).

"Ini sebenarnya contoh nan sangat simple," ucap Pandu saat dijumpai di BEI pada Minggu (1/2/2026).

Demutualisasi merupakan proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan alias Self-Regulatory Organization (SRO) nan dimiliki perusahaan sekuritas personil bursa, menjadi entitas berbentuk perusahaan nan dapat dimiliki publik alias pihak lain.

Dia menjelaskan, pada bursa-bursa nan telah lebih dulu menjalankan demutualisasi, keterlibatan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebagai pemegang saham juga merupakan perihal nan umum. Pandu mencontohkan Singapura, di mana Temasek dan entitas mengenai menjadi bagian dari struktur kepemilikan bursa.

"Bisa cek semua, sebagian besar memang Sovereign Wealth Fund-nya masuk di situ. Dan ini enggak unik. Jadi di Singapura ada contoh seperti Temasek masuk, ada juga Temasek Link Companies nan ada juga perusahaan-perusahaan nan ada di situ," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com