BERANGSUR TURUN: Harga cabe rawit di Pasar Muka Cianjur berangsur mulai turun meskipun condong tetap mahal.(MI/Benny Bastiandy)
HARGA cabai rawit di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tergolong tetap cukup tinggi. Namun, saat ini harganya mulai berangsur turun dibanding menjelang Lebaran 1447 Hijriah.
Di Pasar Muka misalnya, saat ini nilai cabai rawit tetap berkisar Rp85 ribu per kilogram. Sebelumnya, nilai cabe rawit sempat tembus di kisaran Rp100 ribu lebih per kilogram.
Kepala UPTD Pasar Muka, Asep Hermawan, mengatakan turunnya nilai komoditas cabe rawit dimungkinkan lantaran mulai berkurangnya permintaan. Ditambah juga mulai normalnya pasokan dari petani ke pedagang.
"Penurunannya memang terjadi secara berjenjang setelah Lebaran. Sekarang memang tetap terbilang mahal, lantaran harganya di kisaran Rp85 ribu per kg. Harganya belum normal nan biasanya rata-rata di kisaran Rp60 ribu-Rp70 ribu per kilogram," kata Asep, Rabu (8/4).
Asep menuturkan, ada beberapa aspek penyebab naiknya nilai cabe rawit akhir-akhir ini, terutama menjelang Lebaran 1447 Hijriah. Salah satunya disebabkan permintaan nan condong meningkat.
"Ditambah juga aspek cuaca. Kondisi cuaca ekstrem cukup berakibat terhadap hasil panen petani nan berkurang. Dampaknya, nilai jadi naik di pasaran," jelas dia.
Sementara itu, nilai komoditas lain sampai saat ini tetap cukup stabil. Permintaan pun tidak terlalu meningkat.
"Para pedagang berambisi nilai bisa kembali normal. Sebab, naiknya nilai bukan memberikan keuntungan, malah para pedagang merugi. Mereka bakal kesulitan menjual. Kalau untuk stok aman," pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·