Besok Hari Pertama Jawa Tengah Laksanakan WFH, Aplikasi Disiapkan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Besok Hari Pertama Jawa Tengah Laksanakan WFH, Aplikasi Disiapkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbareng para pejabat Pemprov Jawa Tengah mulai berangkat bekerja dengan bersepeda Kamis (9/4/2026) sebagai program penghematan daya dan anggaran.(MI/Akhmad Safuan)

JELANG penyelenggaraan Work From Home (WFH), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan beragam persiapan, terutama penyiapan sarana dan prasarana. Contohnya aplikasi bagi pegawai dalam penyelenggaraan bekerja di rumah tersebut.

Pemantauan Media Indonesia, Kamis (9/4) Pemrov Jawa Tengah bakal mulai melaksanakan Work From Home (WFH) pada Jumat (10/4) sebagai program penghematan daya dan menekan anggaran. Selain itu, dipersiapkan perangkat hingga program pengawasan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK nan bekerja di rumah.

Meskipun bekerja di rumah, ribuan ASN maupun PPPK di Jawa Tengah tetap diwajibkan bekerja pada pagi pukul 06.00–08.00 WIB dan sore pukul 14.00–16.00 WIB dan tidak perlu berangkat ke instansi dengan titik koordinat nan diatur Badan Kepegawaian Daerah (BKD) nan dapat dimonitor dari aplikasi nan telah disiapkan.

"Seperti pemerintah pusat, Pemprov Jawavmenerapkan WFH satu kali dalam sepekan, ialah setiap Jumat dengan aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Kepegawaian (Sinaga) digunakan seluruh ASN maupun PPPK," kata Asisten Administrasi Sekda Jawa Tengah Dhoni Widianto.

Menurut Dhoni, komposisi pegawai nan menjalankan WFH dan work from office (WFO) diatur oleh kepala perangkat daerah, seperti kedudukan ketua tinggi madya dan pratama, unit jasa dan operasional pada DPMPTSP, rumah sakit daerah, laboratorium kesehatan, Balai Kesehatan Masyarakat, satuan pendidikan, unit pelayanan pendapatan wilayah (Samsat) dan  unit kerja nan bergesekan langsung dengan masyarakat.

Selain pengaturan WFH, Pemprov Jateng juga mengatur pilihan transportasi ASN ke instansi guna menghemat bahan bakar minyak (BBM), seperti pegawai nan tinggal sekitar 1,5 kilometer dari instansi dianjurkan melangkah kaki. ASN dengan jarak tempat tinggal hingga 10 kilometer disarankan menggunakan sepeda kayuh alias sepeda listrik.

Pegawai saat melaksanakan WFO, lanjut Dhoni Widianto, diperbolehkan menggunakan pikulan umum dengan mempertimbangkan jarak, waktu tempuh dan kesiapan layanan. 

“Skema lain, jika beberapa ASN tinggal berdekatan, dapat menggunakan ride sharing alias carpooling untuk berangkat bersama,” tambahnya.

Hemat Rp3,5 Miliar 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemberlakuan WFH di Jawa Tengah terhadap sekitar 62 ribu orang ASN nan dimulai pada Jumat besok tersebut dapat menghemat anggaran hingga Rp3,5 miliar per bulan.

"Jadi jika satu bulan untuk seluruh ASN di Jawa Tengah nan berjumlah sekitar 62 ribu  orang melaksanakan WFH maka bisa sekitar Rp3,5 miliar," ujar Ahmad Luthfi.

Namun, WFH tidak diberlakukan di semua organisasi perangkat wilayah (OPD), lanjut Ahmad Luthfi, lantaran unik pelayanan nan bergesekan dengan masyarakat tetap bakal melaksanakan WFO seperti rumah sakit, pelayanan perizinan, kemudian Satpol PP untuk keamanan, dan lain sebagainya.

Selain penyelenggaraan WFH, demikian Ahmad Luthfi, dalam rangka penghematan anggaran dan daya ini, Pemprov Jawa Tengah juga menekan menggunakan air dan listrik, lantaran perihal ini tidak kalah pentingnya dalam upaya tersebut. "Begitu setiap instansi selesai, maka ada nan mengoordinasi piket kontrol matikan listrik dan air," imbuhnya. (AS/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia