BI Naikkan BI Rate Jadi 5,25 Persen, Ini Dampak ke Ekonomi

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 20 Mei 2026 |15:02 WIB

BI Naikkan BI Rate Jadi 5,25 Persen, Ini Dampak ke Ekonomi

Gubernur BI Perry Warjiyo Soal BI Rate Naik Jadi 5,25%. (Foto :Okezone.com/YouTube)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk meningkatkan suku kembang referensi alias BI Rate sebesar 50 pedoman poin ke level 5,25 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) nan berjalan pada 19–20 Mei 2026.

BI juga meningkatkan suku kembang Deposit Facility sebesar 50 pedoman poin menjadi 4,25 persen dan suku kembang Lending Facility naik sebesar 50 pedoman poin menjadi 6 persen.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19–20 Mei 2026 memutuskan untuk meningkatkan BI Rate sebesar 50 pedoman poin menjadi 5,25 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konvensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Keputusan ini, menurut Perry, merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari akibat tingginya gejolak dunia akibat perang di Timur Tengah, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran 2,5 ± 1 persen nan ditetapkan pemerintah.

"Keputusan ini sejalan dengan konsentrasi kebijakan moneter pada 2026, ialah pro-stability untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari akibat global," jelas Perry.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung pertumbuhan pro-growth.

"Kebijakan makroprudensial lenggang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan angsuran pembiayaan sektoral dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan," ungkap Perry.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan buletin ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com