Biji Plastik Langka, Bulog: Stok Kemasan Beras masih Aman

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Stok Kemasan Beras tetap Aman ilustrasi(Antara)

Perum Bulog memastikan kesiapan bungkusan beras tetap kondusif di tengah kekhawatiran kelangkaan bahan baku plastik akibat dinamika geopolitik global. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa perseroan tetap mempunyai stok bungkusan plastik nan cukup untuk mendukung kebutuhan pengedaran beras dalam waktu dekat.

“Bulog tetap mempunyai stok untuk memenuhi kebutuhan bungkusan plastik tersebut,” ujarnya usai rapat dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta.

Ia menjelaskan, rumor bahan baku plastik saat ini berada dalam ranah Kementerian Perindustrian, sehingga penjelasan teknis mengenai pasokan bahan baku bukan menjadi kewenangan Bulog. Meski demikian, Bulog menegaskan operasional pengedaran beras, terutama untuk program pelayanan publik (public service obligation/PSO), tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami gangguan. Selain memastikan stok tersedia, Bulog juga mulai menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan pasokan plastik ke depan, guna menjaga kesinambungan distribusi.

Terkait program stabilisasi pasokan dan nilai pangan (SPHP), termasuk pengadaan bungkusan beras ukuran 2 kilogram, Rizal memastikan seluruh perjanjian pengadaan telah dilakukan sejak awal tahun anggaran sehingga tidak terdampak rumor nan berkembang saat ini.

Bulog sendiri mendapat penugasan menyalurkan beras SPHP sepanjang 2026 dengan sasaran mencapai 828 ribu ton, sebagai bagian dari upaya menjaga kesiapan dan stabilitas nilai beras nasional.

Selain itu, perusahaan juga menyalurkan support pangan berupa beras dan minyak goreng kepada sekitar 33,2 juta family penerima faedah (KPM) untuk periode Februari–Maret 2026. Setiap penerima faedah mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng merek MinyaKita.

Penyaluran support tersebut sempat ditunda selama periode Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjaga stabilitas harga, namun sekarang kembali melangkah sejak akhir Maret dan ditargetkan rampung pada akhir April 2026. Dengan kesiapan tersebut, Bulog optimistis pengedaran pangan tetap melangkah lancar di tengah tekanan eksternal pada rantai pasok industri pendukung.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia