Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya menyatakan berita nan menyebut bahwa model Ansy Jan De Vries menjadi korban aksi begal adalah tidak benar. Model ahli itu dipastikan tidak menjadi korban tindakan begal.
Sebelumnya, beredar berita bahwa model berinisial Ansy Jan De Vries menjadi korban pemalak di area Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Akibat peristiwa itu, korban mengaku kudu menjalani perawatan medis di RS Sumber Waras
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah info itu viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Direktorat PPA dan PPO berbareng Satres PPA PPO Jakarta Barat dan Polsek Kebun Jeruk, didampingi oleh UPT P3A dan psikologi, termasuk dokkes Polda Metro Jaya itu melakukan proaktif mendatangi saudari AWS (Ansy Jan De Vries) dan sudah melakukan interogasi," kata Budi di Polda Metro Jaya, Rabu (20/5) malam.
"Kami tegaskan bahwa nan berkepentingan bukanlah menjadi korban pemalak ataupun tindakan pidana lainnya," sambungnya.
Disampaikan Budi, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak RS Sumber Waras untuk mengonfirmasi berita tersebut. Hasilnya, dipastikan Ansy Jan De Vries tidak pernah dirawat di rumah sakit itu.
"Hal tersebut juga sudah diklarifikasi dari manajemen Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta Barat, tidak ada nama saudari AWS selama satu bulan terakhir di bulan ini," ujarnya.
Budi menyebut dari hasil pendalaman penyidik, narasi soal Ansy Jan De Vries adalah korban tindakan pemalak nan beredar di media sosial dilatarbelakangi iseng.
"Apa motifnya, nan pertama lantaran iseng, nan kedua mau mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal. Hal ini sudah didatangi, dan sudah dilakukan pendalaman. Jadi kita putuskan bahwa nan berkepentingan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana," tutur dia.
Lebih lanjut, Budi mengimbau kepada semua pihak untuk bijak dalam menyampaikan info dan menggunakan media sosial.
"Kami membujuk seluruh masyarakat untuk bijak bersosial media, untuk tidak menghembuskan berita-berita nan menyesatkan sehingga menimbulkan kegaduhan di ruang digital dan di ruang publik," pungkasnya.
(dis/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·