Bikin Teler Parah, Narkoba Zaman Firaun Ditemukan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

loading...

KAIRO - Sebuah bajan minum keramik berumur 2.200 tahun telah mengkonfirmasi apayang telah lama dicurigaioleh para arkeolog : beberapa orang Mesir antik mengonsumsi unsur halusinogen.

Untuk pertama kalinya, para intelektual telah menemukan residu organik dari tanaman psikedelik di dalam artefak Mesir kuno, nan dulunya berisi obat penenang fermentasi rasa buah, dimaniskan dengan madu, diberi sedikit rasa kemungkinan akar manis, dan sengaja dicampur dengan cairan tubuh manusia.

Koktail beralkohol dan halusinogen itu kemungkinan ditelan atas nama dewa Bes, nan wajahnya terpampang di bagian luar wadah tersebut.

"Belum ada penelitian sebelumnya nan menemukan apa nan kami temukan dalam studi ini,"kataarkeolog Davide Tanasi dari Universitas South Florida.

Bes adalahdewa Mesiryang mengenai dengan musik, kegembiraan, dan persalinan, kadang-kadang dikenal sebagai "pemberi mimpi/ramalan". Para intelektual telahmenemukanlebih dari 380 bajan Bes dari peradaban Mesir kuno, namun tetap menjadi misteri apa isi wadah minum ini sebelumnya, dan mengapa.

"Sudah sejak lama para mahir Mesir Kuno memperkirakan tentang kegunaan cangkir dengan kepala Bes, dan untuk jenis minuman apa, seperti air suci, susu, anggur, alias bir,"jelasBranko van Oppen, kurator seni Yunani dan Romawi di Museum Seni Tampa.

"Para mahir tidak mengetahui apakah cangkir-cangkir ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk tujuan keagamaan, alias dalam ritual magis."

Wadah nan ditemukan dengan jejak tanaman halusinogen mungkin tidak mewakili semua wadah Bes, tetapi tentu saja sangat mencerahkan.

Wadah tersebut disumbangkan ke Museum Seni Tampa pada tahun 1984, dan baru-baru ini dipelajari oleh tim intelektual dari AS dan Italia.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews