Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |20:32 WIB

BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar untuk Alat Deteksi Gempa dan Tsunami (Dok BNPB)
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui anggaran mitigasi musibah terbilang terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan peralatan, BNPB pun kudu menarik utang luar negeri.
Hal itu disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam Rapat Kerja (Raker) berbareng Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
"Menjadi tantangan dan hambatan kami adalah dari segi anggaran. Kenapa demikian? Karena dalam 5 tahun terakhir anggaran pencegahan BNPB ini relatif sangat terbatas. Kami laporkan mitigasi musibah berkisar Rp17-19 miliar per tahun. Tentu saja ini sangat kecil," ucap Suharyanto.
Namun, dia menyatakan, pihaknya tak bakal mengeluh dengan kondisi tersebut. "Karena APBN terbatas, kami pun berupaya untuk dapat disetujui mendapat alokasi pinjaman luar negeri (PLN)," ucap Suharyanto.
"Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa nan sudah disetujui PLN ini pun untuk meningkatkan keahlian BNPB dalam prabencana alias pencegahan," tuturnya.
Suharyanto menjelaskan menarik utang sebesar Rp 949 miliar. Dana ini, kata dia, difokuskan untuk membangun sistem peringatan awal dalam menghadapi musibah geologi, seperti gempa bumi dan tsunami nan kerap terjadi di Indonesia.
“Kami mendapatkan PLN sejumlah Rp949.168.712.486. Ini kami bangun di masing-masing bagian jika sudah tingkat wilayah mungkin di level dapil-dapilnya sekarang sudah kayak bantu beberapa di 34 provinsi, 34 kabupaten/kota ada pusat pengendalian operasi,” tuturnya.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·