Forum Pengelolaan Potensi Unggulan Kawasan Perbatasan Laut(Dok.HO)
BADAN Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memperkuat peran sebagai koordinator pengelolaan area perbatasan dengan mendorong kerjasama lintas sektor dalam pengembangan potensi unggulan wilayah perbatasan laut. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Forum Pengelolaan Potensi Unggulan Kawasan Perbatasan Laut pada Rabu (8/4).
Asisten Deputi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Laut BNPP RI, Yedi Rahmat, menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah strategis untuk menyinergikan beragam pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi unggulan area perbatasan laut, baik di sektor kelautan dan perikanan maupun sektor unggulan lainnya.
“Forum ini kami rancang untuk memfasilitasi pengembangan potensi unggulan area perbatasan laut secara terintegrasi. Tidak hanya berbincang soal sumber daya laut dan perikanan, tetapi juga gimana potensi tersebut dikelola secara kolaboratif agar berakibat langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yedi.
Ia menegaskan, BNPP RI mempunyai peran strategis dalam memastikan pengelolaan area perbatasan melangkah seiring dengan agenda pembangunan nasional. Menurutnya, optimasi potensi unggulan di wilayah perbatasan laut kudu dilakukan melalui pendekatan lintas sektor dan lintas wilayah agar manfaatnya berkelanjutan.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian, lembaga, serta pemerintah wilayah nan memaparkan kesempatan dan tantangan pengembangan potensi unggulan di area perbatasan laut. Dari sektor pariwisata, perwakilan Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, menekankan bahwa pariwisata laut dan area perbatasan menjadi salah satu konsentrasi utama program prioritas Kementerian Pariwisata periode 2025–2026.
“Pariwisata berbobot menjadi program unggulan Kementerian Pariwisata. Salah satu fokusnya adalah peningkatan keselamatan berwisata, baik di wilayah laut maupun darat, termasuk di area perbatasan nan mempunyai potensi sangat besar,” jelas Yusuf.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapabilitas sumber daya manusia melalui program upskilling dan reskilling guna mendukung kesiapsiagaan dan profesionalitas pengelolaan destinasi wisata.
Dari perspektif daerah, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nunukan, Yance, memaparkan potensi wisata laut di wilayah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik. Ia menyebut sejumlah destinasi nan berhadapan langsung dengan negara tetangga, seperti Pantai Batu Lamampu dan area Karang Unarang, nan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata minat khusus.
“Karang Unarang sebenarnya mempunyai potensi wisata memancing nan kuat. Di sana sudah ada skema nan sekaligus menjadi pilar keamanan. Ini bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata, tentu dengan support prasarana dan perencanaan nan matang,” kata Yance. Ia juga menyoroti perlunya pengembangan potensi alam di wilayah Krayan nan hingga sekarang belum tergarap optimal.
Sementara itu, Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP RI, Ismawan Harijono, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di area perbatasan tidak dapat melangkah sendiri. Menurutnya, diperlukan kerjasama dengan beragam aktivitas pendukung, seperti penyelenggaraan event dan pameran berskala nasional maupun internasional.
“PLBN mempunyai potensi besar sebagai simpul kegiatan. Di PLBN Badau, misalnya, potensi ikan arwana bisa dikembangkan menjadi event pariwisata tematik nan menarik visitor mancanegara,” ujarnya. (M-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·