Bocah 12 Tahun Digigit Ular Weling di Tasikmalaya Butuh Serum Antivenom 50 Vial

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Bocah 12 Tahun Digigit Ular Weling di Tasikmalaya Butuh Serum Antivenom 50 Vial Baznas Tasikmalaya memberikan biaya hidup bagi orangtua korban anak dipatuk ular nan dirawat di RSUD KHZ Musthafa(Kristiadi/MI.)

SEORANG bocah berinisial DK, 12, penduduk Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa setelah bagian tangan kanan dipatok ular weling bisa. Kejadian tersebut terjadi, (29/3) malam tengah tidur di lantai rumah berasaskan tikar berbareng ibu kandungnya.

Anak pasangan Andis Kuswara dan Siti Hindun tersebut, kudu melawan racun ular bisa dan sekarang sudah menjalani 10 hari mendapat perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah dipatukan ular weling bagian tangan kanan. Menurut pengakuan ibunya awalnya DK tidak mengeluh rasa sakit hingga orangtuanya membawa menuju Tabib Kampung dan disarankan dia kudu ke rumah sakit.

Siti Hindun mengatakan, anaknya tetap kudu mendapat perawatan berada di ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Anak tengah tidur ngampar di lantai dan berbincang 'Mah (Bu) ada ular. Kami menuju Tabib Kampung dan disarankan dibawa ke rumah sakit. Akan tetapi, di perjalanan mengeluh sakit perut dan setibanya di RSUD KHZ Musthafa mengalami nyeri nelan, sesak napas, pingsan," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Sementara, Direktur RSUD KHZ Musthafa  Eli Hendalia mengatakan pasien sudah 10 hari menjalani perawatan di ICU. Kini, pasien ditangani master ahli toksinologi dari Bandung.

"Untuk stok serum antivenom menipis dan tim rumah sakit berupaya menempuh perjalanan bolak-balik Tasikmalaya menuju Bandung demi menjamin kesiapan serum antivenom. Jika umumnya pasien memerlukan 3-4 vial antivenom (anti bisa ular), kondisi anak ini mengalami pelemahan otot paru-paru dan sekarang (kebutuhan) penggunaan hingga 50 vial," katanya.

Menurutnya, korban terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Adapun biaya pengobatanmenyentuh nomor Rp200 juta. Akan tetapi, RSUD KHZ Musthafa tidak menyerah pada birokrasi dan bakal tetap berupaya menyelamatkan jiwa pasien.

"Kami bakal berupaya menyelamatkan jiwa seorang anak dan Insya Allah, rumah sakit berkomitmen bakal cari solusi biaya untuk menutupi kelebihan biaya demi membantu masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Eddy Abdul Somadi  memastikan family DK tidak bakal berjuang sendiri. Baznas memberikan support biaya hidup bagi orang tua selama mendampingi DK di rumah sakit dengan menyediakan tempat rehat nan layak bagi keluarga.

"Rumah sakit mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi nan tinggal di area persawahan. Penggunaan dipan saat tidur dan kelambu sangat disarankan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami kerjasama antara skill medis RSUD KHZ Musthafa dan support sosial dari BAZNAS, angan dan ikhtiar terbaik terus dipanjatkan demi kesembuhan anak tersebut," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia