Bocoran Rencana Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Pemerintah sedang menyiapkan strategi pengendalian subsidi dan efisiensi energi. Salah satunya pembatasan pembelian BBM subsidi, ialah Pertalite dan Solar, berasas jenis kendaraan dan kapabilitas mesin.

Hal ini disampaikan personil Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha. Menurut Satya pembatasan itu sebagai upaya menyalurkan BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Pembatasan ini bakal diatur melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BBM, Pertalite, Solar, terserah kelak jika Perpres 191 itu nan sudah didiskusikan juga kemarin di DEN, dengan Patra Niaga itu bisa kita realisasikan, kita batasi, walaupun itu tetap commodity subsidy. Tapi paling tidak jenis segalanya kita batasi," ujar Satya dalam aktivitas Sarasehan Energi hasil kerjasama Dewan Energi Nasional (DEN) dan FTI ITB via daring, Selasa (12/5/2026).

Jika pembatasan pembelian BBM berasas jenis kendaraan dan kapabilitas mesin kendaraan maka bakal ada potensi penghematan konsumsi BBM subsidi sebesar 10-15%.

"Kalau berasas CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume," terang Satya

Selain BBM subsidi, Satya bilang, pemerintah juga menyiapkan transformasi subsidi LPG 3 kilogram menjadi berbasis penerima faedah alias orang, bukan lagi komoditas.

"Kalau LPG 3 kg itu transformasi ke subsidi nan berbasis orang, dengan info tadi P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) itu juga ada satu penghematan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga bakal mendorong percepatan elektrifikasi transportasi, penguatan transportasi publik, audit daya untuk industri besar, hingga digitalisasi PLN dan pengembangan smart grid. Hal ini dilakukan guna efisiensi daya dari sisi konsumsi.

"Jadi demand side-nya kita garap, supply side-nya kita memaksimalkan DMO batubara dan gas untuk PLN dengan nilai domestik, pemanfaatan B50 insyaallah kelak sawit kita sedikit produktivitasnya dinaikkan, dia bisa ngisi di dalam tapi juga menjaga kekuasaan ekspor kita Pak, lantaran sawit itu menjadi organisasi nan unggulan kita," terang Satya.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance