Jakarta -
Amerika Serikat (AS) bakal mempunyai bos bank sentral baru. Presiden AS Donald Trump bakal melantik Kevin Warsh nan merupakan calon pemimpin baru The Federal Reserve (The Fed) pilihannya pada Jumat mendatang.
Dikutip dari CNBC, Selasa (19/5/2026), Trump telah memulai proses pencarian bos baru The Fed sejak musim panas 2025. Pekan lampau jadi puncaknya, saat Senat mengkonfirmasi Warsh terpilih menjadi bos bank sentral dalam pemungutan bunyi nan nyaris bulat.
Kevin Warsh bakal menggantikan Jerome Powell, nan masa jabatannya berhujung pada hari Jumat kemarin, tetapi terus menjabat sementara hingga Warsh resmi mengambil alih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dilantik, Warsh bakal menjadi bos bank sentral ke-11 di era modern. Dia juga merupakan salah satu orang terkaya nan pernah memegang kedudukan tersebut, Warsh pun kudu melepaskan sebagian besar investasi nan telah dia kumpulkan dalam portofolionya untuk memenuhi peraturan baru nan ketat untuk pejabat The Fed.
Pelantikan Warsh bakal mempunyai makna tambahan, lantaran Trump berambisi The Fed bakal melanjutkan penurunan suku bunga, seperti nan telah dilakukan tiga kali pada 2025.
Trump dan bos The Fed sebelumnya, Jerome Powell seringkali selisih mengerti soal suku bunga. Powell mau menahan suku kembang tinggi demi menekan inflasi, Trump mau suku kembang turun agar aliran duit makin lancar.
Pasar memperkirakan bahwa tingkat inflasi nan tinggi dan pasar tenaga kerja nan stabil kemungkinan menghalang pelonggaran suku kembang lebih lanjut. Setidaknya sampai ada bukti nan cukup bahwa laju inflasi kembali menuju sasaran 2% seperti nan dicanangkan The Fed.
(hal/ara)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·