Petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum memeriksa saluran air mesin pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026).(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melaporkan sebanyak 556 Kepala Keluarga (KK) alias sekitar 1.858 jiwa terdampak banjir besar nan melanda wilayah Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat pada Jumat (15/5) malam.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martantono, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem nan menyebabkan debit air sungai meluap ke permukiman warga. Hingga Sabtu (16/5), petugas tetap melakukan penanganan intensif di lapangan.
Data Wilayah Terdampak
Berdasarkan pendataan BPBD, berikut adalah rincian wilayah nan terdampak banjir:
- Kecamatan Tugu: Kelurahan Mangkang Kulon menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 313 KK (1.252 jiwa). Dilaporkan satu penduduk atas nama Maryam (70) hanyut dan tetap dalam pencarian.
- Kecamatan Ngaliyan: Tersebar di Kelurahan Purwoyoso (146 KK/273 jiwa) dan Kelurahan Bambankerep (16 KK/49 jiwa).
- Kecamatan Semarang Barat: Meliputi Kelurahan Kembangarum (59 KK), Kalibanteng Kidul (22 KK), Kalibanteng Kulon (25 rumah), dan Kelurahan Krapyak. Tercatat satu korban luka patah tulang atas nama Wahyu Adi Kristanto.
KORBAN HILANG: Hingga buletin ini diturunkan, tim campuran tetap melakukan penyisiran untuk menemukan Maryam (70), penduduk Mangkang Kulon nan dilaporkan hanyut saat banjir terjadi.
Langkah Penanganan dan Bantuan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memastikan support logistik telah disalurkan kepada penduduk terdampak. "Bantuan disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar penduduk tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat," tegasnya.
Adapun support nan telah didistribusikan meliputi:
| Makanan & Lauk Pauk Siap Saji | 200 Paket |
| Kasur & Tenda Gulung | 35 Lembar |
| Family Kit & Perlengkapan Anak | 18 Paket |
Saat ini, kondisi air di sejumlah titik dilaporkan mulai surut. Personel campuran dari beragam OPD tengah konsentrasi pada pembersihan material lumpur, penyedotan sisa genangan, serta normalisasi saluran agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·