Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menjelaskan akibat jelek dari penyalahgunaan gas N2O. Dampaknya bisa jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, Ikrar mengatakan, pengguna bakal mengalami masalah sosial, khususnya hambatan dalam hubungan dengan lingkungan sekitarnya.
"Jangka pendeknya tentu dia bakal mengalami hambatan dengan sekelilingnya, aspek sosialnya," ujar Ikrar di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).
Sementara itu, dalam jangka panjang, penggunanya bisa mengalami ketergantungan. Namun, kata Ikrar, ketergantungan ini berbeda dari narkotika, karena gas N2O menyebabkan ketergantungan secara psikologis.
"Jangka panjangnya bisa menyebabkan ketergantungan, khususnya ketergantungan alias adiktif secara psikologis, lantaran nan dirasakan itu efeknya, bukan zatnya. Beda dengan narkotika, jika ini ketergantungan psikologis," ujar Ikrar.
Bahkan, Ikrar mengungkapkan efeknya bisa lebih parah jika dicampur dengan unsur lain dan digunakan dalam dosis tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian.
"Bisa berakibat lebih parah lagi, apalagi jika dipadukan dengan zat-zat di luar peruntukannya dengan dosis tinggi, bisa menyebabkan sesak pernapasan alias hipoksia," tutur Ikrar.
"Ujung-ujungnya bisa meninggal," tegasnya.
Ikrar menjelaskan, gas N2O merupakan gas medis nan digunakan oleh master untuk sedasi pada pasien nan menjalani operasi. Oleh lantaran itu, penggunaannya semestinya berada di ruang anestesi.
"Sehingga sebelum pasien itu dioperasi, dengan penggunaan gas ini pasien bakal mengantuk, kemudian lenyap rasa cemasnya. Itu kegunaan utamanya," ucap Ikrar.
Namun, pengaruh sedasi tersebut justru disalahgunakan untuk mencari euforia. Hal itu terjadi lantaran dengan menggunakannya, seakan-akan masalah telah hilang.
"Digunakan secara tidak betul oleh orang-orang nan tidak bertanggung jawab lantaran ada pengaruh euforia, pengaruh sedasi, dan pengaruh penghilang stres," sebut Ikrar.
"Itulah nan menyebabkan gas ini disebut gas ketawa, lantaran pada saat tertentu mereka merasa masalahnya hilang," imbuhnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·