Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 02 Februari 2026 |11:30 WIB

BPS soal Ekspor RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor Indonesia pada periode Januari hingga Desember 2025 mencapai USD282,91 miliar.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, nilai ekspor kumulatif hingga Desember 2025 ini naik 6,15 persen dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
"Sepanjang Januari hingga November 2025 total nilai ekspor mencapai USD282,91 miliar alias naik 6,15 persen jika dibandingkan periode nan sama tahun lampau alias di tahun 2024," kata Ateng dalam konvensi pers Rilis BPS, Senin (2/2/2026).
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD13,07 miliar alias turun sebesar 17,69 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 7,66 persen senilai USD269,84 miliar
Andil utama peningkatan nilai ekspor non migas secara kumulatif disumbang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.
Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya keahlian ekspor non migas periode Januari-Desember 2025 dengan andil sebesar 10,77 persen.
Ekspor sektor industri pengolahan nan naik cukup besar ialah minyak kelapa sawit, peralatan perhiasan dan peralatan berharga, kimia dasar organik nan berasal dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Jika dilihat menurut negara dan area tujuan utama ekspor, nilai ekspor non migas ke China tercatat USD64,82 miliar alias naik 7,11 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.
6 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·