Jakarta, CNN Indonesia --
Aparat TNI membubarkan aktivitas nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul 'Pesta Babi' di Kota Ternate, Maluku Utara. Pasalnya, movie tersebut dinilai mendapat banyak penolakan lantaran berkarakter provokatif.
"Kami memonitor aktivitas ini. Kemudian keberadaan aktivitas ini, kami memandang di media sosial, banyaknya penolakan bakal aktivitas movie ini, lantaran banyak nan menilai ini berkarakter provokatif dari judulnya," ujar Dandim 1501 Ternate Letkol Inf Jani Setiadi, seperti dikutip Detik pada Jumat (8/5).
Jani menyebut penilaian negatif terhadap isi movie datang dari masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan pendapat pribadi saya. Tapi jika tidak percaya, bakal saya tunjukkan, banyak nan sifat provokatif menurut masyarakat, menurut di media sosial," ujarnya.
Ia pun meminta aktivitas nobar tersebut tidak dilanjutkan, mengingat rumor SARA di Maluku Utara sangat sensitif dan mudah dipolitisasi. Ia kemudian mempersilakan pihak penyelenggara melanjutkan aktivitas obrolan seperti nan sudah diagendakan
Sementara itu, Ketua AJI Ternate Yunita Kaunar mengecam tindakan abdi negara tersebut. Menurutnya, aktivitas ini merupakan bagian dari kebebasan berekspresi serta kewenangan penduduk untuk memperoleh info sebagaimana dijamin konstitusi.
"Ini bukan sekadar pembubaran nobar film, tapi corak nyata intimidasi terhadap ruang kerakyatan dan kebebasan berekspresi warga. Aparat tidak semestinya menjadi pihak nan menentukan karya apa nan boleh alias tidak boleh ditonton masyarakat," tegas Yunita.
Yunita menilai kehadiran abdi negara sejak awal kegiatan, termasuk tindakan mendokumentasikan panitia dan peserta, menimbulkan rasa takut dan tekanan psikologis. Cara seperti ini, menurut Yunita, mengingatkan publik pada praktik pembungkaman di masa lalu.
Selain itu, sambung Yunita, argumen potensi bentrok nan disampaikan abdi negara tidak dapat dijadikan dasar pembubaran kegiatan. Pasalnya, aktivitas ini berjalan tenteram dan tidak mengandung unsur provokasi.
"Kalau setiap karya kritis dianggap ancaman lampau dibungkam, maka kerakyatan sedang berada dalam situasi berbahaya. Negara tidak boleh takut terhadap obrolan dan movie dokumenter," ujar Yunita.
Kegiatan nobar nan disertai obrolan itu digelar oleh Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Maluku Utara berbareng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate di Pendopo Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Jumat (8/5) pukul 20.00 WIT.
Film hasil kerjasama Watchdoc, Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, dan Ekspedisi Indonesia Baru itu mengangkat rumor deforestasi dan proyek strategis nasional di Papua. Film tersebut juga menyoroti keterlibatan militer dalam agenda negara.
(sfr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·