Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

loading...

Seorang operator militer Israel tengah menjalankan misi pengintaian siber, sebuah strategi modern nan sekarang menjadi bahan bakar utama dalam melumpuhkan sistem pertahanan dan ekonomi rezim Iran di 2026. Foto: ist

IRAN - Di mata awam, perang selalu identik dengan rentetan rudal nan membelah langit dan dentuman peledak nan meluluhlantakkan bangunan.

Namun, dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran di awal 2026 ini, rudal hanyalah perangkat eksekusi akhir. Senjata sesungguhnya nan menentukan hidup matinya sebuah rezim sekarang berada di kembali ketukan papan ketik komputer.

Operasi siber tak lagi sekadar ramuan pelengkap alias strategi pinggiran dalam bentrok modern.

Operasi ini telah bergeser menjadi pusat strategi nan membentuk setiap keputusan militer dalam peperangan AS-Israel melawan Iran—operasi nan dinamai sandi Roaring Lion oleh Israel dan Epic Fury oleh AS.

Shay Nahum, CEO CYGHT sekaligus penerima Penghargaan Pertahanan Israel (Israel Defense Prize), menegaskan bahwa perang siber sekarang bukan lagi sekadar domain perang nan melangkah paralel, melainkan lapisan inti nan sangat krusial dalam membentuk intelijen, operasi, dan apalagi kampanye pengaruh psikologis.

Dalam wawancaranya dengan Defense & Tech dari The Jerusalem Post, Nahum membongkar sebuah kebenaran nan selama ini dibangun secara diam-diam: keahlian siber memengaruhi "setiap keputusan dan setiap rudal nan kita tembakkan".

Perang 2026: Siber Sebagai "Bahan Bakar" Militer

Bukan Cuma Adu Rudal, Hacker dan AI Jadi Malaikat Maut di Perang AS-Israel vs Iran

Melihat tren peperangan dunia di tahun 2026, kegunaan intelijen, sinyal intelijen (SIGINT), penentuan sasaran sasaran, hingga perencanaan operasi militer semuanya sangat berjuntai pada info nan disadap dari bumi siber.

"Siber adalah bahan bakar untuk setiap korps—udara, darat, dan laut," ungkap Nahum. Secara logika sederhana, sistem siberlah nan menyuplai info jeli secara seketika (real-time) untuk menuntun platform bentuk militer seperti jet tempur dan kapal perang tepat ke titik sasarannya.

Jika pada bentrok bulan Juni sebelumnya operasi nan bersandi Rising Lion hanya berfokus pada upaya menghentikan program nuklir dan rudal Iran, sasaran operasi Roaring Lion alias Epic Fury saat ini telah meluas secara ekstrem.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews