Bukan Karena Cerdas, Burung Pipit Zebra Betina Pilih Pasangan Berdasarkan Kerumitan Dansa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Bukan Karena Cerdas, Burung Pipit Zebra Betina Pilih Pasangan Berdasarkan Kerumitan Dansa Ilustrasi(freepik)

DALAM bumi fauna, tarian memikat sering kali dianggap sebagai gambaran kepintaran sang jantan. Namun, sebuah studi terbaru dari University of Montreal (UdeM) mematahkan dugaan tersebut. Penelitian pada burung Pipit Zebra (Zebra Finch) menunjukkan betina lebih menyukai jantan dengan aktivitas dansa nan rumit, meski sang penari tidak lebih pandai dari rivalnya.

Temuan ini mendefinisikan ulang salah satu ritual pendekatan paling mencolok dalam bumi burung sebagai parameter kondisi fisik, bukan sebagai cermin dari kepintaran umum alias kognisi nan superior.

Rumit Bukan Berarti Pintar

Melalui pengamatan terhadap 164 performa pejantan, Marie Barou-Dagues dari UdeM menemukan bahwa daya tarik utama terletak pada ragam aktivitas dan langkah pejantan menyusun urutan tarian tersebut. Menariknya, preferensi betina terhadap dansa nan kompleks ini tetap memperkuat meski pejantan tersebut tidak mempunyai skor tinggi dalam tes memori, pembelajaran, maupun pengendalian diri.

"Betina tidak perlu 'memahami' alasannya; mereka secara alami condong menyukai sinyal-sinyal tertentu," ujar Barou-Dagues.

Satu-satunya aspek kognitif nan berangkaian dengan tarian tersebut hanyalah motor learning alias keahlian mengasah aktivitas melalui latihan. Namun, keahlian spesifik ini tidak bisa dijadikan dasar bahwa penari nan baik lebih pandai secara keseluruhan dalam kehidupan sehari-hari.

Dansa Sebagai Indikator Kebugaran Fisik

Studi nan diterbitkan dalam jurnal Biology Letters ini menjelaskan bahwa rutinitas dansa nan menuntut bentuk merupakan sinyal kesehatan dan daya nan tersimpan. Gerakan nan bervariasi memerlukan kekuatan otot, keseimbangan, dan stamina tinggi. Pejantan nan lemah dipastikan bakal kesulitan mengulangi ragam aktivitas di bawah tekanan sosial.

Kondisi bentuk nan prima ini sangat krusial bagi kelangsungan hidup keturunan. Burung nan segar condong lebih mahir dalam mencari makan dan memberikan perawatan parental, sehingga anak-anak mereka mempunyai kesempatan hidup nan lebih besar setelah menetas.

Pelajaran bagi Manusia

Fenomena ini juga memberikan perspektif menarik bagi manusia. Meskipun manusia menggunakan bahasa, humor, dan nilai-nilai berbareng dalam memilih pasangan, penilaian terhadap aktivitas bentuk tetap mempunyai tempat tersendiri.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa daya tarik dapat memberikan info biologis nan nyata tanpa perlu adanya kesadaran penuh dari pihak nan memilih. Bagi Pipit Zebra, dansa nan rumit adalah kartu nama nan menunjukkan kebugaran fisik, bukan bukti piagam kecerdasan. (EArth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia