loading...
Makhluk luar angkasa nan berevolusi. FOTO? SCIENCE ALERT
NEW YORK - Sebuah kotak berisivirusdan kuman telah menyelesaikan perjalanan pulangnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan perubahan nan dialami 'kuman' ini selama perjalanannya dapat membantu kita, penunggu Bumi, mengatasi jangkitan nan resisten terhadap obat.
Sebuah tim peneliti dari Universitas Wisconsin-Madison dan perusahaan bioteknologi AS, Rhodium Scientific Inc., mengadu bakteriEscherichia colimelawan musuh bebuyutannya,bakteriofag T7.
Pasangan ini telah terlibat dalam 'perlombaan senjata' evolusioner selama nan kita amati, tetapi belum pernah dalam kondisi mikrogravitasi – hingga mereka dikirim ke ISS pada tahun 2020.
Para intelektual di stasiun ruang angkasa menginkubasi beragam kombinasi kuman dan fag selama 25 hari, sementara tim peneliti nan dipimpin oleh mahir biokimia Vatsan Raman melakukan penelitian nan sama di Madison, di Bumi.
"Ruang angkasa secara esensial mengubah carafagdan kuman berinteraksi: jangkitan melambat, dan kedua organisme berevolusi mengikuti lintasan nan berbeda daripada di Bumi,"jelaspara peneliti .
Dalam kondisi tanpa gravitasi di ruang angkasa, kuman memperoleh mutasi pada gen nan terlibat dalam respons stres mikroba dan pengelolaan nutrisi. Protein permukaan mereka juga berubah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·