Ilustrasi(Antara)
PEMERINTAH Kabupaten Bandung terus berupaya menekan luas genangan banjir nan menjadi persoalan klasik di wilayah tersebut. Saat ini, luas area terdampak banjir tercatat mencapai 1.500 hektare, menyusut drastis dari sebelumnya nan mencapai 4.500 hektare.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyatakan bahwa penurunan luas genangan ini merupakan hasil dari pembangunan kolam retensi dan polder air nan telah dilakukan. Namun, untuk menuntaskan sisa area terdampak, Pemkab Bandung telah mengamankan support anggaran dari pemerintah pusat.
“Usulan kami telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan total anggaran mencapai sekitar Rp151 miliar melalui skema multi-years,” ungkap Bupati nan berkawan disapa KDS tersebut, Selasa (19/5).
Rincian Alokasi Anggaran:
- Penanganan pasca bencana: Rp68 Miliar
- Pembangunan Danau Retensi Desa Tegalluar: Rp46 Miliar
- Pembangunan Danau Desa Sukamanah Rancaekek: Rp48 Miliar
- Normalisasi Sungai Cisunggalah (5 km): Termasuk dalam paket pengerjaan
Normalisasi Sungai dan Masalah Sedimentasi
Selain pembangunan bentuk waduk retensi, konsentrasi utama saat ini adalah pengerukan sedimentasi di muara Sungai Citarum. KDS mengungkapkan bahwa volume sedimentasi telah mencapai 10 juta kubik, nan menjadi halangan utama aliran air saat hujan deras melanda.
Pihaknya telah meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan normalisasi, khususnya di wilayah Tegalluar. “Pak Menteri PU langsung menyampaikan siap dan saat ini sedang dibahas perincian teknisnya oleh BWS dan Dinas PUTR,” jelasnya.
Keterlibatan Sektor Swasta
Uniknya, pembangunan prasarana pengendali banjir ini juga melibatkan pengusaha lokal. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bandung, setiap developer area diwajibkan menghibahkan minimal 10% lahannya untuk akomodasi sosial dan pengelolaan air publik.
| 1. Pengendali utama genangan banjir (Parkir Air) |
| 2. Sarana pengisian air tanah (Konservasi) |
| 3. Fasilitas Water Treatment (Air Bersih) |
| 4. Potensi lokasi wisata lokal |
Dengan integrasi antara anggaran pusat, kebijakan daerah, dan partisipasi swasta, Pemkab Bandung optimistis ancaman banjir besar di wilayah Tegalluar dan Rancaekek dapat diminimalisasi secara berkelanjutan. (SG/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·