Nasaruddin mengungkapkan perihal menarik pada seremoni tahun ini, di mana sejumlah hewan kurban nan diterima Istiqlal juga berasal dari organisasi non-Muslim, salah satunya pihak Gereja Katedral Jakarta. Selain itu, manajemen Hotel Borobudur tercatat menyumbangkan 25 ekor sapi.
Menag meluruskan bahwa secara hukum Islam, pemberian dari rekan-rekan non-Muslim memang tidak dikategorikan sebagai ibadah kurban lantaran syarat utamanya kudu berakidah Islam. Namun, pihak manajemen menyambut hangat sumbangan tersebut sebagai corak konkret solidaritas kemanusiaan.
"Bahkan separuh di antara hewan kurban nan kita sembelih di antara 60-an itu, berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum. nan mungkin itu tidak dimaksudkan sebagai kurban, lantaran nan wajib untuk berkurban itu adalah orang Islam nan mampu," jelasnya.
Bagi Nasaruddin, momentum Hari Raya Idul Adha kudu diletakkan sebagai aktivitas berbareng untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat luas, tanpa perlu memandang sekat perbedaan latar belakang agama.
"Apapun agamanya, jika memang bisa ikut berbagi, gimana agar masyarakat itu terbebas daripada krisis protein pada hari-hari Idul Kurban ini, itu sangat dianjurkan sekali," pungkas Menag
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·