Cek Fakta, Semprot Parfum ke Leher Sebabkan Tiroid?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Cek Fakta, Semprot Parfum ke Leher Sebabkan Tiroid?

Cek Fakta, Semprot Parfum ke Leher Sebabkan Tiroid? (Foto: Freepik)

JAKARTA – Benarkah kebiasaan menyemprotkan parfum ke leher bisa memicu gangguan tiroid? Pertanyaan ini belakangan ramai diperbincangkan setelah sejumlah master kesehatan mengingatkan potensi akibat dari kandungan bahan kimia dalam wewangian.

Ahli nutrisi Manpreet Kalra mengungkapkan bahwa banyak minyak wangi komersial mengandung unsur kimia sintetis seperti ftalat, paraben, dan musk sintetis. Zat-zat tersebut termasuk dalam golongan endocrine disrupting chemicals (EDC) alias bahan kimia pengganggu sistem hormon. Jika terpapar secara terus-menerus, EDC berpotensi mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Mengutip laporan Times of India, area leher menjadi perhatian lantaran kulitnya relatif tipis dan berada dekat dengan kelenjar tiroid. Ketika minyak wangi disemprotkan langsung ke area ini, unsur kimia berisiko lebih mudah diserap ke dalam tubuh melalui aliran darah. Paparan jangka panjang disebut dapat meningkatkan akibat gangguan tiroid, masalah metabolisme, hingga ketidakseimbangan hormon.

Tak hanya itu, penggunaan minyak wangi sintetis di leher juga dikaitkan dengan pengaruh samping lain. Beberapa kandungan wewangian dapat memicu iritasi kulit, reaksi alergi, kemerahan, hingga fotosensitivitas. Bahan tertentu seperti bergamot apalagi dapat membikin kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, nan berisiko menimbulkan flek gelap dan penuaan dini.

Dalam jangka panjang, paparan bahan kimia pengganggu hormon juga dikaitkan dengan peningkatan akibat penyakit nan berangkaian dengan hormon, termasuk kanker tetek dan prostat. Meski demikian, para mahir menekankan bahwa akibat ini lebih berangkaian dengan frekuensi, lama paparan, serta kandungan minyak wangi nan digunakan.

Sebagai langkah pencegahan, para master menyarankan untuk lebih bijak dalam menggunakan parfum. Menghindari penyemprotan langsung di area leher alias dekat kelenjar tiroid dinilai lebih aman. Alternatif lain adalah mengaplikasikan minyak wangi pada busana alias titik tubuh dengan kulit nan lebih tebal, serta memilih produk berbahan alami alias organik nan minim unsur sintetis berbahaya.

Kesimpulannya, menyemprotkan minyak wangi ke leher tidak serta-merta menyebabkan penyakit tiroid. Namun, paparan rutin terhadap bahan kimia tertentu dalam wewangian memang berpotensi mengganggu sistem hormon. Kesadaran terhadap langkah penggunaan minyak wangi dan pemilihan produk nan lebih kondusif menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com