
Iis Khalifah istri dari aktivis kemanusiaan Asad Aras Muhammad, mengungkapkan emosi saat suaminya putus kontak di tengah misi ke Gaza. (Foto: Yuwantoro/IMG)
JAKARTA – Istri aktivis kemanusiaan Asad Aras Muhammad, Iis Khalifah, mengungkapkan situasi menegangkan nan dihadapi pihak family saat suaminya putus kontak dan ditawan militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0. Menurut Iis, kekhawatiran terbesar family adalah mengenai keberhasilan misi kemanusiaan tersebut untuk menembus Gaza. Kendati pada akhirnya dihadang, dia menegaskan bahwa pelayaran tersebut sangat krusial agar mata bumi internasional kembali terbuka memandang kondisi di Palestina.
“Pas kita dengar misi Global Flotilla tentunya ya, pasti khawatir. Kita khawatirnya itu bukan lantaran gimana kondisi suami saya ya, tapi gimana ini misi ini sukses alias tidak, menembus sampai perairan Gaza alias tidak,” kata Iis di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
“Kalaupun tidak sampai, minimal bumi tidak lagi menutup mata bahwa adanya genosida di Palestina sampai saat ini,” lanjutnya.
Ketegangan family semakin bertambah lantaran selama masa penahanan, Iis sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan suaminya. Ia mengaku para peserta misi mempunyai SOP untuk membuang telepon genggam begitu kapal mereka disergap militer Israel.
“Saat penahanan tidak ada (video), lantaran nan saya tahu HP suami itu alias HP semua peserta ketika ada intersepsi ataupun bagian dari militer nan mendekati perahu-perahu mereka alias kapal-kapal mereka, maka HP peserta itu wajib dibuang ke laut, seperti itu. Jadi tidak ada komunikasi,” katanya.
Iis mengatakan komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Minggu (17/5/2026) malam sebelum penahanan.
Saat ini, kata Iis, suaminya telah berada di Istanbul, Turki untuk menjalani visum dan pengurusan manajemen sebelum kembali ke Indonesia. Namun hingga sekarang family tetap menunggu kepastian agenda kepulangan.
“Update terbaru untuk suami ya, saat ini saya tahunya tetap di Turki ialah melakukan visum, kemudian pengurusan manajemen mungkin ya, alias pengurusan gimana kelanjutannya untuk kembali ke tanah air. Tapi kita belum ada pembaruan terbaru lagi, seperti itu,” kata dia.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·