Jakarta, CNN Indonesia --
Sofia Kamila, remaja berumur 13 tahun, tercatat sebagai jemaah haji termuda asal Kalimantan Selatan (Kalsel). Sofia bakal berangkat berbareng ibunya untuk menggantikan ayahnya nan sudah wafat.
Pelajar kelas 1 SMP itu mengaku sudah melakukan persiapan dengan menghafalkan doa-doa dan ritual untuk menjalankan rukun Islam kelima itu dalam dua tahun terakhir. Ia mempersiapkan semuanya sejak pertama kali diberi tahu bakal menggantikan bangku sang ayah untuk berangkat haji.
"Sudah mulai hafal, lantaran ikut manasik juga sebelum berangkat," ujar Sofia seperti dikutip dari Detik, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofia mengaku senang bisa menunaikan ibadah haji di usianya nan tetap belia. Namun juga merasa sedih lantaran sudah tak ada lagi ayah di sisinya. Oleh karenanya dia mengaku sudah menyiapkan angan dan beriktikad menyelipkan nama sang ayah dalam setiap ibadahnya.
"Akan selalu mendoakan ayah selama di sana, dan bakal mengunjungi makam ayah dulu nanti," ujarnya.
Jadi jamaah haji termuda, menurut Sofia, beban nan dia hadapi sungguh besar. Selain menghafal doa-doa, dia juga bakal dihadapkan dengan suasana berhaji nan cukup ramai dengan jamaah.
Selain itu menjalani rangkaian ibadah haji di tengah cuaca panas juga menjadi tantangan tersendiri nan bakal dia jalani. Menyikapi tantangan itu, Sofia mengungkap berupaya tenang agar bisa melalui rangkaian ibadah nanti.
Sofia dan ibunya bakal berangkat pada akhir April 2026. Ia rombongan kloter Kabupaten Banjar dengan total jamaah 671 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Banjar nan dijadwalkan berangkat mulai akhir April 2026.
Jemaah haji termuda asal Sumbar
Sementara itu, Latifa Syafvina Putri Zuhrizal menjadi jamaah termuda berumur 15 tahun pada musim haji 1447 Hijriah/2026 asal Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki mengatakan Latifa merupakan jamaah haji asal Kota Padang Kelompok Terbang (Kloter) 1 di Embarkasi Haji Kota Padang. Latifa akan mengganti orang tuanya nan semestinya berangkat ke Tanah Suci pada Kloter 1.
"Penggantian itu dikarenakan orang tua nan berkepentingan meninggal bumi sehingga mengalihkan kepada anaknya," kata Rifki.
Calon jamaah haji (CJH) termuda berumur 15 tahun atas nama Latifa Syafvina Putri Zuhrizal tiba di Embarkasi Padang, Kamis, (23/4/2026). Antara/HO-Pribadi
Merujuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Ibadah Haji dan Umrah, membolehkan penggantian keberangkatan calon haji minimal berumur 13 tahun.
Artinya, kata dia, ketika seorang calon jamaah haji wafat maka bisa digantikan personil family dengan syarat berumur minimal 13 tahun.
"Jadi calon jamaah haji nan baru berumur 15 tahun ini menggantikan orang tuanya nan wafat," ucap Rifki.
Sementara untuk calon jamaah haji tertua pada musim haji 1447 Hijriah/2026 tercatat atas nama Ranyam Jamaan Arif nan berumur 85 tahun asal Kota Padang.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·