Lampung, CNN Indonesia --
Di atas jok motornya, Adna Yusri (58) membawa beragam sayuran segar, tahu, hingga tempe. Warga Desa Karang Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung ini menjadi salah satu jemaah haji tahun ini.
Setelah 20 tahun menyisihkan duit recehan dari hasil berdagang sayur keliling, mimpi itu sekarang menjadi nyata. Adna dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 5 Mei 2026 mendatang.
Kisah ini bermulai pada 2001 silam, saat kemauan berhaji mulai tumbuh di hati bapak empat anak ini. Meski penghasilannya sebagai pedagang sayur keliling terbilang kecil, Adna menabung sedikit demi sedikit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap hari, dia menyisihkan sebagian untung jualannya. Terkadang tabungannya berupa duit koin pecahan Rp500 dan Rp1.000 nan dia masukkan ke dalam ember jejak cat. Konsistensi ini dia jalani tanpa putus sejak 2006.
"Alhamdulillah, angan berangkat haji ini tercapai. Selama 20 tahun saya menabung sedikit demi sedikit dari hasil jualan sayur, dan uangnya berkah," ujarnya saat ditemui CNNIndonesia.com di sela kesibukannya berjualan, Sabtu (25/4) siang.
Saat mendaftar haji, Adna membawa lima ember jejak cat nan berisi duit koin senilai Rp25.500.000 pada 2012 lalu. Butuh waktu 14 tahun lagi baginya untuk melunasi total biaya haji hingga mencapai Rp34.500.000 dari hasil tabungan rutinnya.
Kebahagiaan Adna kali ini bercampur dengan rasa haru nan mendalam. Ia kudu berangkat seorang diri tanpa didampingi istri tercinta, Haljariya. Meskipun mereka telah berjuang bersama, tabungan nan ada saat ini baru cukup untuk memberangkatkan Adna terlebih dahulu.
"Sebenarnya sedih lantaran tidak bisa berangkat bareng istri. Sedih rasanya berjuang sama-sama tapi berangkat sendiri. Terima kasih untuk istri saya nan selalu setia, sabar, dan membantu perjuangan ini," ujarnya.
Adna bercerita setiap kali mendapat penghasilan sekitar Rp100 ribu dari jualan sayur keliling, dia langsung membaginya sebagian untuk kebutuhan dapur nan dikelola istrinya, dan sebagian lagi masuk ke tabungan haji.
Di Tanah Suci nanti, Adna telah menyiapkan angan khusus. Selain menjalankan rukun Islam kelima dan mendoakan orang tuanya, dia mau memohon agar istri dan anaknya serta tetangganya, kelak juga mendapat undangan dari Allah ke Tanah Suci.
Kisah Adna membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi mereka nan mempunyai kepercayaan dan ketekunan. Dari tumpukan duit receh di dalam ember, sebuah mimpi berangkat haji bisa terwujud.
(fra/zai/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·