Cikal Bintang
, Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2026 |07:24 WIB

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Foto: Instagram/persib)
BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, secara terbuka mengakui aspek keberuntungan alias 'Dewi Fortuna' mempunyai peran besar dalam keberhasilan Maung Bandung mempertahankan takhta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. Istilah tersebut dipakainya sebagai representasi dari momentum krusial nan memihak Persib di tengah ketatnya persaingan kompetisi.
Persib Bandung sukses mengunci gelar juara Super League 2025-2026. Kepastian itu didapat setelah Maung Bandung bermain seri dengan Persijap Jepara tanpa gol (0-0) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat pada Sabtu 23 Mei 2026 sore WIB.
Hasil seri ini membikin Persib dinyatakan sebagai juara Super League 2025-2026. Persib memang mempunyai nilai akhir nan sama dengan Borneo FC nan sukses menang atas Malut United (7-1) di pekan terakhir ialah 79 poin, tetapi Maung Bandung unggul secara head-to-head.
Gelar juara ini membikin Bojan Hodak sukses membawa titel tertinggi kejuaraan antarklub kembali ke Bandung. Ya, ini menjadi gelar ketiga dalam tiga musim beruntun bagi Persib Bandung.
Persib Bandung juara Super League 2025-2026. (Foto: Instagram/liga1match)
1. Enggan Jemawa
Berbicara setelah mengangkat trofi Super League, Hodak tidak mau angkuh atas gelar ini. Pelatih asal Kroasia itu mengakui bahwa gelar juara Persib dipenuhi dengan keberuntungan.
"Ini banyak sekali keberuntungan. Sangat banyak," kata Hodak kepada awak media, termasuk Okezone di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, dikutip Minggy (24/5/2026).
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·