loading...
Tangkapan layar Resident Evil Requiem nan sukses meraup penjualan 6 juta kopi, mengukuhkan ironi di mana ketakutan virtual berbobot triliunan rupiah di tengah kondisi ekonomi 2026 nan menantang. Foto: Capcom
JEPANG - Ketika ekonomi dunia 2026 tetap menuntut kehati-hatian finansial, lebih dari enam juta orang justru sukarela membelanjakan uangnya untuk gim Resident Evil Requiem.
Dalam kurang dari sebulan sejak dirilis akhir Februari lalu, Resident Evil Requiem sukses terjual 6 juta kopi di seluruh platform, mencakup jenis bentuk dan digital.
Pencapaian nan diumumkan Presiden dan COO Capcom, Haruhiro Tsujimoto, pada 16 Maret 2026 ini bukan sekadar rekor penjualan tercepat dalam sejarah waralaba survival horror tersebut.
Ini adalah anomali nan memotret tren psikologis pasar 2026. Menempati posisi kedua di ranking skor pengguna Metacritic, gim ini membuktikan bahwa pelarian (eskapisme)—meski berbentuk seram ekstrem—telah menjadi komoditas primer nan kebal krisis.

Mari kita bedah logikanya. Jika nilai rata-rata satu kopi gim triple-A saat ini dipatok USD70, maka 6 juta unit menghasilkan omzet sekitar USD420 juta. Dengan kurs Rp17.000 per dollar AS, Capcom baru saja mengantongi Rp7,14 triliun dari kantong konsumen dunia dalam hitungan minggu. Konsumen rela bayar Rp1,19 juta per orang.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·