Maskapai Citilink bakal melakukan penyesuaian tarif tiket pesawat, usai nilai avtur melejit akibat bentrok di Timur Tengah. Penyesuaian tiket ini nantinya bakal melalui pendekatan nan terukur dan mempertimbangkan beragam aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, dan ketentuan regulator.
Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan penerbangan, di tengah lonjakan signifikan Harga avtur.
"Sehubungan dengan kenaikan nilai avtur nan bertindak sejak 1 April 2026, Citilink terus memastikan keberlangsungan jasa penerbangan kepada masyarakat tetap terjaga, sekaligus menjaga keterjangkauan tarif sesuai ketentuan nan bertindak sejalan dengan support kebijakan pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026 mengenai penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif penumpang kelas ekonomi domestic, serta rencana penerapan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen," ujar Darsito, seperti dikutip dari keterangan resminya.
Tak hanya itu, sebagai langkah mitigasi, Citilink juga melakukan penyesuaian terhadap sejumlah agenda dan gelombang penerbangan, untuk memastikan operasional tetap melangkah secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Evaluasi atas penyesuaian operasional dan tarif bakal dilakukan secara berkala seiring dengan pergerakan nilai avtur nan berjalan dinamis, sehingga langkah-langkah nan diambil tetap relevan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan.
"Citilink senantiasa berkomitmen untuk menjaga kualitas jasa kepada pengguna dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan sebagai prioritas Utama," kata Darsito.
"Ke depan, Citilink bakal terus berkoordinasi erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan mengenai untuk memastikan penerapan kebijakan melangkah dengan baik, serta konektivitas jasa kepada masyarakat tetap terjaga," pungkasnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·