Covid-19 Varian Cicada belum Masuk Indonesia, Pakar UGM: Tidak Lebih Ganas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Tidak Lebih Ganas Ilustrasi(Freepik)

MUNCULNYA varian baru covid-19 nan dijuluki Cicada tengah menjadi sorotan bumi dan memicu kekhawatiran global. Meski demikian, masyarakat Indonesia diimbau untuk tidak panik. Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan bahwa hingga saat ini, jenis tersebut belum terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia.

Guru Besar Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Tri Wibawa, menjelaskan bahwa varian Cicada merupakan turunan dari garis keturunan Omicron, tepatnya subvarian BA.3.2. Berdasarkan catatan epidemiologi, jenis ini pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan pada November 2024.

“Data nan ada saat ini tidak menunjukkan indikasi bahwa jenis Cicada lebih galak dibandingkan dengan strain alias varian-varian sebelumnya,” ujar Prof. Tri Wibawa pada Jumat (10/4).

Rekam Jejak dan Karakteristik Varian Cicada

Sempat meredup dan tidak terpantau dalam radar pengawasan global, jenis ini kembali muncul ke permukaan. Hingga Februari 2026, setidaknya 23 negara telah melaporkan temuan kasus nan berangkaian dengan jenis Cicada.

Berikut adalah ringkasan info mengenai jenis Cicada berasas penjelasan pakar:

Aspek Keterangan
Nama Varian Cicada (Turunan Omicron BA.3.2)
Asal Kemunculan Afrika Selatan, November 2024
Status di Indonesia Belum Terdeteksi (Per 10 April 2026)
Tingkat Keganasan Tidak lebih tinggi dari jenis sebelumnya
Sebaran Global Terdeteksi di 23 Negara (Data Februari 2026)

Gejala dan Pentingnya Imunitas

Secara klinis, Prof. Tri menyebut tidak ada perbedaan signifikan antara indikasi jenis Cicada dengan jenis covid-19 lainnya. Pasien umumnya mengeluhkan indikasi nan serupa dengan flu ringan. Namun, tingkat keparahan tetap berjuntai pada kondisi bentuk dan daya tahan tubuh masing-masing individu.

Terkait perlindungan kesehatan, dia menekankan bahwa vaksinasi tetap menjadi kunci utama. Individu nan telah mendapatkan dosis vaksin komplit alias mereka nan mempunyai keimunan alami pasca-infeksi (penyintas) terbukti mempunyai perlindungan nan lebih baik.

“Individu nan pernah terpapar alias mendapatkan vaksin tentu mempunyai keimunan nan lebih siap dalam menghadapi ancaman jenis baru ini,” tambahnya.

Imbauan Pencegahan:

Langkah pencegahan terhadap jenis Cicada tetap sama dengan protokol kesehatan standar, yaitu:

  • Menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
  • Rutin mencuci tangan.
  • Menghindari kerumunan, terutama saat merasa kurang sehat.

Meskipun situasi saat ini tetap terkendali, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dasar guna memutus rantai penyebaran virus di masa mendatang. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia