Cucu Pendiri NU Keluarkan Kertas Posisi Penataan Kepemimpinan PBNU, Apa Isinya?

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 30 Januari 2026 |10:47 WIB

Cucu Pendiri NU Keluarkan Kertas Posisi Penataan Kepemimpinan PBNU, Apa Isinya?

Kiai Abdussalam Shohib/dok PBNU

JAKARTA- Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib mengeluarkan posisi penataan kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga marwah ustadz dan menata jam'iyah dengan hikmah.

Cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri ini menegaskan, kertas posisi tersebut bukan untuk mengoreksi masa lalu, bukan pula untuk menghakimi.

"Kertas posisi saya buat dari ikhtiar menjaga marwah ustadz dan merawat NU agar tetap kokoh, teduh, dan terhormat di tengah perubahan zaman," Jumat, (30/1/2026).

Gus Salam -- panggilan akrabnya --  mengingatkan bahwa NU sejak kelahirannya tidak pernah dimaksudkan sebagai organisasi administratif semata. NU lahir sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah, perhimpunan keagamaan dan kemasyarakatan nan bertumpu pada kepemimpinan ulama, baik dalam dimensi keilmuan, moral, maupun sosial kebangsaan.

"Dalam tradisi NU, kepemimpinan tidak dibangun di atas kekuasaan, melainkan di atas ilmu, adab, keteladanan, dan keberkahan. Ulama bukan sekadar pengurus, melainkan penjaga nilai, penuntun umat, dan pemikul petunjuk sejarah. Karena itu, sejak awal NU menempatkan ustadz sebagai poros utama organisasi," ujarnya.

Namun seiring perjalanan waktu, kata Gus Salam, NU berkembang menjadi organisasi nan sangat besar, kompleks, dan berhadapan langsung dengan dinamika sosial, politik, dan kebangsaan nan semakin rumit.

"Dalam kondisi seperti ini, ketulusan saja tidak cukup. Diperlukan sistem kelembagaan nan kuat, agar kewibawaan ustadz tetap terjaga dan organisasi tidak terseret pada tarik-menarik kepentingan," ucapnya.

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur 2018-2023 menjelaskan ada enam prinsip dasar penataan kepemimpinan NU. nan kepenataan kelembagaan NU kudu berpijak pada prinsip-prinsip dasar nan selaras dengan tradisi pesantren dan ruh jam’iyyah.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com