Dana IndonesiaRaya Perkuat Ekosistem Kebudayaan Nasional

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Dana IndonesiaRaya Perkuat Ekosistem Kebudayaan Nasional WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran Program Dana IndonesiaRaya.(Dok. Istimewa)

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran Program Dana IndonesiaRaya. Program ini dianggap mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun sektor kebudayaan secara lebih sistematis.

Transformasi Dana Indonesiana menjadi Dana IndonesiaRaya dinilai memperkuat ekosistem kebudayaan nasional melalui skema pendanaan nan lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Apresiasi atas hadirnya Program Dana Indonesia Raya. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga membangun tata kelola nan adaptif, inklusif, dan berkepanjangan di sektor kebudayaan nasional,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4).

Diluncurkan Menteri Kebudayaan sebagai Penguatan Dana Abadi Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Kamis (2/4) meluncurkan program Dana IndonesiaRaya sebagai transformasi dari Dana Indonesiana di Gedung A Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.

Program tersebut menghadirkan skema pendanaan nan dirancang lebih adaptif, inklusif, dan berkepanjangan sebagai bagian dari penguatan pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan.

Data Kementerian Kebudayaan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat. Pada 2024 tercatat sebanyak 346 penerima, kemudian meningkat menjadi 2.117 orang pada 2025 dari sekitar 7.000 proposal nan masuk. Sementara hingga 31 Maret 2026, jumlah penerima telah mencapai 3.036 orang dengan total penyaluran biaya sebesar Rp594 miliar.

Lonjakan Penerima Tunjukkan Besarnya Kebutuhan Pelaku Budaya

Menurut Lestari, peningkatan jumlah penerima faedah dalam waktu singkat membuktikan besarnya kebutuhan support bagi pelaku budaya di Indonesia.

Rerie, sapaan berkawan Lestari, mencatat total penyaluran biaya nan mencapai Rp594 miliar hingga Maret 2026 serta Dana Abadi Kebudayaan nan sekarang berbobot Rp6 triliun menjadi modal kuat untuk pengembangan kebudayaan nasional ke depan.

Namun demikian, personil Komisi X DPR RI tersebut menilai penguatan sosialisasi program tetap perlu dilakukan agar manfaatnya dapat menjangkau seluruh pegiat budaya di beragam daerah.

Dorongan Sosialisasi hingga Komunitas Akar Rumput

“Sosialisasi kudu masif dan menyentuh organisasi akar rumput. Jangan sampai program sebaik ini hanya diketahui oleh segelintir orang. Kementerian Kebudayaan perlu menggandeng mitra strategis seperti Balai Pelestarian Kebudayaan dan pemerintah daerah,” ujar Rerie.

Sebagai personil Majelis Tinggi Partai NasDem, dia juga membujuk para pegiat budaya, seniman, pelaku industri imajinatif berbasis budaya, serta organisasi budaya untuk memanfaatkan kesempatan nan tersedia melalui program tersebut.

“Manfaatkan program ini untuk menghidupkan kebudayaan di wilayah masing-masing. Inilah saatnya kita bergotong royong memajukan kebudayaan Indonesia,” pungkas Rerie. (I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia