Petenis Rusia Daniil Medvedev(AFP/Valery HACHE)
KEJUTAN besar sekaligus memilukan terjadi di putaran kedua Monte Carlo Masters. Petenis unggulan asal Rusia, Daniil Medvedev, kudu menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah tanpa balas oleh wakil Italia, Matteo Berrettini, pada Rabu (8/4) waktu setempat.
Medvedev mencatatkan rekor terburuk sepanjang pekerjaan profesionalnya dengan menelan kekalahan double bagel alias skor identik 0-6 dan 0-6. Hasil ini menjadi tamparan keras bagi Medvedev, mengingat statusnya sebagai salah satu petenis papan atas bumi nan baru saja mencapai final BNP Paribas Open bulan lampau setelah menumbangkan Carlos Alcaraz.
Dominasi Total Berrettini
Sepanjang pertandingan nan berjalan di lapangan tanah liat tersebut, Medvedev tampak kehilangan identitas permainannya. Senjata utamanya, ialah servis keras dan akurat, sama sekali tidak muncul. Ia tercatat hanya bisa memenangi sembilan poin dari servisnya sendiri.
Di sisi lain, Matteo Berrettini tampil nyaris sempurna. Petenis Italia itu mengaku bahwa ini adalah salah satu performa terbaik nan pernah dia tunjukkan di lapangan hijau.
“Saya rasa ini salah satu pertandingan terbaik dalam hidup saya; saya hanya membikin tiga kesalahan. Tidak mudah melawan pemain sekuat Daniil,” ujar Berrettini sebagaimana dikutip dari The Athletic. “Strategi permainan melangkah sempurna, dan senjata-senjata saya bekerja dengan sangat baik. Menang dengan dua set 6-0 seperti ini sangat jarang terjadi.”
Statistik Pertandingan Medvedev vs Berrettini
Berikut adalah rincian statistik nan menunjukkan kekuasaan Berrettini atas Medvedev dalam laga 12 gim tersebut:
| Skor Akhir | 0-6, 0-6 |
| Poin Menang dari Servis | 9 Poin |
| Persentase Servis Pertama Masuk | 36% |
| Total Poin nan Diraih | 17 dari 67 Poin |
| Jumlah Gim nan Dimainkan | 12 Gim |
Luapan Emosi dan Rekor Sejarah
Frustrasi dengan penampilannya nan di bawah standar, Medvedev tidak dapat membendung emosinya setelah laga usai. Ia melampiaskan kemarahan dengan memukulkan raketnya ke papan pembatas hingga hancur, sebelum akhirnya membuang raket tersebut ke tempat sampah saat meninggalkan lapangan.
Bagi Berrettini, kemenangan ini bukan sekadar tiket ke babak selanjutnya, melainkan torehan sejarah. Kemenangan "double bagel" atas pemain ranking 10 besar bumi adalah kejadian langka. Sejak ranking ATP diperkenalkan pada 1973, ini baru kelima kalinya seorang pemain top 10 kalah dengan skor 0-6 dan 0-6.
Selain itu, ini merupakan kemenangan "double bagel" pertama dalam pekerjaan Berrettini, sekaligus nan pertama terjadi di Tur ATP sejak turnamen Monte Carlo Masters tahun lalu. Meski Medvedev dikenal kurang berkawan dengan lapangan tanah liat, kekalahan telak kali ini tetap menjadi kejutan besar bagi bumi tenis internasional. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·