loading...
DARPA. FOTO/ DARPA
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) saat ini mempercepat pengembangan sistem pertahanan drone unik untuk kapal kargo menyusul meningkatnya ancaman drone udara dan permukaan di area bentrok seperti Laut Hitam, Laut Merah, dan Selat Hormuz.
Proyek terbaru nan dikembangkan oleh DARPA berbareng Raytheon, nan dikenal sebagai Pulling Guard, dirancang untuk melindungi kapal komersial nan tidak diizinkan membawa senjata ofensif di atas kapal.
Menurut pengumuman resmi Raytheon, sistem Pulling Guard dikembangkan sebagai platform semi-otonom nan ditarik di belakang kapal kargo, dilengkapi dengan sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR), perangkat lunak penemuan ancaman, dan keahlian komando dan kontrol terintegrasi.
Sistem ini juga menggunakan drone nan diikat nan memberikan titik pandang tinggi untuk pemantauan lingkungan kapal secara real-time.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·