ilustrasi.(MI)
MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita turut buka bunyi mengenai dengan banyaknya dealer mobil dari brand Jepang nan sedikit demi sedikit mulai menutup operasionalnya. Agus mengatakan, perihal ini menjadi tantangan sendiri bagi brand mobil Jepang lantaran saat ini sasaran pasar telah berubah.
“Saya kira itu juga menjadi tantangan bagi brand Jepang, lantaran semuanya berangkaian dengan market. Mereka kudu bisa menyesuaikan dengan apa nan menjadi kemauan pasar,” ujar Agus saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/4).
Ia menegaskan, pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi peralihan ke kendaraan listrik, baik untuk roda dua maupun roda empat, termasuk kendaraan komersial seperti truk dan bus. Pergeseran kebijakan (policy shifting) ini dinilai bakal berjalan lebih sigap dari sebelumnya.
“Produsen Jepang kudu mulai membaca bahwa kebijakan kita bakal shifting lebih sigap kepada penggunaan kendaraan berbasis EV,” tegasnya.
Agus menambahkan, dinamika geopolitik global, khususnya bentrok di area Timur Tengah, memberikan pelajaran krusial mengenai ketahanan daya nasional. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dinilai menjadi akibat nan kudu segera dikurangi.
“Lesson learned dari bentrok di Middle East ini adalah ketahanan daya kita. Kita kudu merancang produksi nan sesedikit mungkin berbasis fosil,” katanya.
Ia menegaskan, pengarahan Presiden sudah jelas agar Indonesia segera beranjak penuh ke kendaraan listrik dalam jangka panjang. Karena itu, seluruh pelaku industri, termasuk produsen Jepang, diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendukung transformasi tersebut.
“Kita bakal shifting ke sana, dan ini pengarahan langsung dari Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik motor, mobil, truk, maupun bus,” pungkasnya. (Fal/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·