Deepfake Semakin Sempurna dan Persaingan Kecerdasan AI Memanas

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

loading...

Deepfake semakin sempurna. Foto/ viet

BEIJING - Deepfake semakin canggih, memaksa perusahaan rintisan keamanan untuk menggunakan AI guna mendeteksi dan mencegahnya, sehingga memicu persaingan teknologi nan sengit.

Perjuangan melawan Deepfake saat AI menjadi "senjata" sekaligus "perisai"
Di era AI, konfrontasi antara penjahat siber dan perusahaan keamanan bukan lagi sekadar perlombaan teknologi, tetapi upaya untuk mendapatkan kembali kepercayaan nan terkikis oleh konten tiruan nan semakin caonggih.

Ketika apa nan Anda lihat dan dengar tidak lagi dapat dipercaya.
Beberapa tahun nan lalu, pengguna dapat mengidentifikasi deepfake melalui tanda-tanda nan agak "kasar" seperti ekspresi wajah nan tidak alami, aktivitas mulut nan tidak sinkron, alias aktivitas mata nan tidak biasa. Namun, metode ini dengan sigap menjadi usang seiring perkembangan teknologi AI.

Saat ini, AI dapat menciptakan kembali gambar dan bunyi dengan kecermatan nan sangat tinggi, apalagi mensimulasikan getaran lembut dalam bunyi manusia. Dalam sebuah penelitian oleh wartawan Gaby Del Valle, hanya dengan menggunakan 9 detik audio nan dikumpulkan dari media sosial, sistem AI menciptakan jenis tiruan nan dapat melanjutkan percakapan nyaris secara meyakinkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, intuisi tetap dapat membantu orang mendeteksi kejanggalan. Namun, di tempat kerja alias transaksi keuangan—di mana info diproses dengan sigap dan waktu sangat penting—tanda-tanda mencurigakan ini mudah diabaikan, sehingga meningkatkan akibat menjadi korban penipuan.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews