Denim Jadi Material Paling Mudah Dikonstruksi Ulang

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Denim Jadi Material Paling Mudah Dikonstruksi Ulang Denim jadi material nan paling mudah digunakan dalam proses upcycling fesyen.(Dok. 2Second)

DENIM disebut sebagai salah satu material nan paling mudah digunakan dalam proses upcycling fesyen. Karakter bahannya nan lebih kuat dan stabil membikin denim lebih mudah dikonstruksi ulang menjadi produk baru nan tetap wearable.

Deputy Director of Academic Programs Esmod Jakarta, Guillaume Oger, menjelaskan, tantangan utama dalam proses upcycling adalah kondisi busana bantuan nan tidak seragam. Setiap busana mempunyai jenis bahan, warna, tingkat pemakaian, dan kondisi berbeda.

“Desain nan dibuat bakal sangat dipengaruhi oleh busana nan diterima,” ujar Guillaume dilansir dari Antara, Kamis (28/5)

Menurutnya, mahasiswa Esmod kudu menganalisis setiap garment untuk menentukan bagian nan tetap bisa dipertahankan, digunakan kembali, alias dikombinasikan dengan material lain.

Proses tersebut menjadi tantangan tersendiri lantaran upcycling tidak hanya menuntut produktivitas desain, tetapi juga pemahaman terhadap karakter bahan dan teknik bangunan pakaian.

Dibandingkan denim, kata dia, material seperti jersey alias kemeja dinilai lebih rumit untuk diolah kembali lantaran lebih mudah berubah corak saat dikonstruksi ulang.

“Dalam kerjasama recycle dan upcycle dengan Uniqlo, mahasiswa juga ditantang untuk menerjemahkan material jejak menjadi produk baru nan tidak hanya menarik secara desain, tetapi juga tetap praktis dan dapat dikenakan.

Uniqlo memperkuat kampanye keberlanjutan melalui proyek upcycle berbareng Esmod Jakarta di toko barunya, Uniqlo Plaza Indonesia. Lewat kerjasama berjudul Remake Project with Esmod Jakarta, busana bantuan pengguna dari program Re.Uniqlo diolah kembali menjadi koleksi fesyen kontemporer.

Salah satu mahasiswa Esmod, Jose, berbareng kelompoknya menghadirkan karya bertema Not Your Basics. Ia mengolah sekitar empat celana jejak menjadi sebuah jaket dengan pendekatan elevated basic dan perincian tersembunyi.

“Jaket ini dibuat dari sekitar empat celana nan dibongkar lampau disatukan lagi dengan pola baru,” ujar Jose.

Sebanyak 16 look karya 65 mahasiswa tahun pertama dan kedua Esmod Jakarta dipamerkan dalam instalasi mannequin di area toko.

Seluruh koleksi dibuat dari busana jejak Uniqlo nan sebelumnya dikumpulkan pelanggan.

Director Corporate Affairs PT Fast Retailing Indonesia, Maria Irma Yunita, mengatakan proyek ini menjadi bagian dari upaya Uniqlo memberi nilai baru pada busana nan sudah tidak digunakan.

“Ini datang dari sesuatu nan bagus dan kita juga mau berkontribusi ke sesuatu nan lebih besar dan lebih baik juga,” ujar Irma. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia