Jakarta, CNN Indonesia --
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masuk kampus untuk bekerja sama mencegah penyebaran mengerti radikalisme dan intoleransi di golongan remaja dan pelajar.
Salah satu kerja sama nan dilakukan Densus 88 ialah dengan aktivitas Dialog Kebangsaan nan digelar di kampus STAIN Majene, Sulawesi Barat, Kamis (7/5).
Kepala Satgas Wilayah Densus 88 Sulawesi Barat AKBP Soffan Ansyari menyebut perguruan tinggi mempunyai peran strategis untuk menanamkan ideologi kebangsaan serta mencegah berkembangnya mengerti intoleransi, radikalisme, dan terorisme di kalangan generasi muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan pencegahan penyebaran mengerti terorisme memerlukan upaya berbareng seluruh komponen masyarakat agar tidak ada celah sedikitpun nan bisa dimanfaatkan pelaku teror.
Menurutnya kewaspadaan terhadap penyebaran mengerti intoleran dan radikal kudu terus diperkuat. Salah satu caranya ialah melalui edukasi di lingkungan pendidikan.
"Pentingnya sinergi seluruh komponen masyarakat dalam memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan kewaspadaan terhadap penyebaran mengerti intoleran, radikal, dan terorisme guna menjaga stabilitas keamanan dan persatuan bangsa," tutur Soffan.
Pada kesempatan nan sama, Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri Kompol Ridjoko Suseno memaparkan perkembangan mengerti radikalisme serta pentingnya langkah pencegahan sejak dini, terutama di ruang digital dan lingkungan birokrasi.
Dia berambisi perbincangan itu bisa membangun kesadaran kolektif masyarakat di mahasiswa agar dapat menjadi pemasok perdamaian dan persatuan
"Serta berkedudukan aktif dalam upaya pencegahan dan penemuan awal terhadap penyebaran mengerti intoleran, radikal, dan terorisme," jelasnya.
(tfq/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·