Jakarta, CNN Indonesia --
Teror pocong jadi-jadian nan mengetuk pintu rumah, hingga rumor kejahatan berkedok pemalak pocong terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim)
Geger rumor pocong ini salah satunya berasal dari wilayah Lamongan. Warga di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan dibuat gempar setelah muncul video berdurasi singkat nan memperlihatkan sosok berbalut kain putih berdiri di area gang pemukiman nan minim penerangan pada malam hari.
Ketua RT setempat, Huda membenarkan bahwa lingkungan tempat tinggalnya mendadak ramai membahas video viral pocong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun usai abdi negara turun, sosok di kembali kain putih tersebut rupanya merupakan 2 remaja berinisial MA (17) dan AB (17) nan nekat melakukan prank demi konten media sosial. Lurah Tumenggungan, Junaidi langsung memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan para remaja tersebut demi meredam kepanikan publik.
Saat diinterogasi, para remaja ini mengaku hanya beriktikad bercanda.
"Saya tanya kepada mereka tujuannya apa, terus mereka jawab hanya berbual untuk ngeprank," tambah Junaidi mengutip detikcom, Minggu (24/5).
MA nan bertindak sebagai pemeran pocong mengaku dirinya terpaksa menuruti buahpikiran temannya, sedangkan AB bertindak sebagai penggagas sekaligus perekam video tindakan itu. AB langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas akibat kegaduhan konten nan dia ciptakan.
"Saya minta maaf dan tidak bakal membikin video di media sosial tentang pocong nan membikin resah masyarakat luas, khususnya masyarakat Lamongan," ujar AB.
Pocong bercelurit di Nganjuk
Sementara di Kabupaten Nganjuk, keresahan penduduk dipicu beredarnya poster digital nan menarasikan adanya teror pocong jadi-jadian membawa senjata tajam jenis celurit dan mengetuk pintu rumah penduduk pada malam hari, khususnya di Jalanan Desa Kacangan, Kecamatan Berbek.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi memastikan berita itu tidak berasal dari akun resmi dan hingga sekarang belum ada laporan riil di lapangan.
Fajar meminta penduduk Nganjuk untuk tetap tenang dan menyaring kembali setiap info misterius nan beredar di bumi maya.
"Masyarakat juga kami imbau tidak ikut-ikutan menyebarluaskan berita nan belum jelas kebenarannya," pungkas Fajar.
Pocong di Sidoarjo
Isu Pocong juga muncul di Sidoarjo. Isu serupa sempat mampir ke telinga penduduk Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi. Kabar pocong jadi-jadian mendatangi rumah penduduk menyebar lewat video berantai di grup WhatsApp.
Setelah ditelusuri, video penampakan pocong itu sebenarnya terjadi di wilayah Tangerang, Jawa Barat dan tidak ada kaitannya dengan Sidoarjo. Salah satu penduduk Desa Ngampelsari, Budi Santoso (32) mengaku lingkungannya tetap kondusif lantaran penduduk menganggap video berantai itu hanya berita bohong.
"Saya dengarnya dari video nan ramai di WhatsApp, katanya ada pocong jadi-jadian ditangkap di Tangerang. Kalau di Ngampelsari sendiri belum ada info alias kejadian itu," kata Santoso.
"Warga di sini banyak nan kurang merespons lantaran dianggap bohong belaka. Sampai sekarang juga tidak ada kejadian apa-apa," tambahnya.
Kapolsek Candi Kompol Septiawan Adi Prihartono menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari warga, namun patroli keamanan di lingkungan pemukiman tetap ditingkatkan.
Begal pocong di Malang
Terakhir, isu pocong juga merambah wilayah Malang Raya lewat narasi kemunculan 'begal pocong' alias pocong abal-abal nan dikaitkan tindakan kejahatan jalanan pada malam hari.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengimbau masyarakat Kabupaten Malang untuk tidak panik ataupun terpancing melakukan tindakan main pengadil sendiri nan melanggar hukum.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menegaskan bahwa dari hasil pemantauan lima polsek jajaran, wilayah Kota Malang steril dari rumor pemalak pocong tersebut.
"Perlu kami tegaskan, di wilayah norma Polresta Malang Kota tidak ada kejadian pemalak pocong sampai saat ini juga tidak ada laporan resmi dari masyarakat mengenai perihal tersebut," kata Lukman.
"Fakta ini krusial kami sampaikan agar masyarakat tidak salah persepsi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi nan belum jelas kebenarannya," imbuhnya.
Lukman meminta agar masyarakat menghentikan penyebaran narasi bohong ini di media sosial dan mengarahkan penduduk untuk menggunakan kanal kejuaraan resmi jika menemukan perihal mencurigakan di lapangan.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(dal/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·