Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer berakhir sejenak saat menyampaikan pidato, di Coin Street Neighborhood Center di Waterloo, London, Senin, 11 Mei 2026.(James Manning/PA)
TEKANAN terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer semakin meningkat setelah lebih dari 60 personil parlemen Partai Buruh dilaporkan mendesaknya mundur dari kedudukan pemimpin partai dan kepala pemerintahan.
Melansir CNA, Selasa (12/5), dorongan itu muncul menyusul hasil jelek Partai Buruh dalam pemilu lokal dan regional di Inggris pekan lalu. Sejumlah personil parlemen menilai Starmer kehilangan kepercayaan publik dan otoritas di internal partai.
“Saat ini sudah jelas bahwa perdana menteri tidak lagi mempunyai kepercayaan publik untuk memimpin perubahan,” tulis Joe Morris, mantan ajudan Menteri Kesehatan Inggris, di media sosial X.
Tom Rutland, mantan ajudan Menteri Lingkungan Emma Reynolds, juga menyebut Starmer telah “kehilangan otoritas” di kalangan personil parlemen Partai Buruh dan susah memulihkannya kembali.
Empat pejabat pemerintah apalagi memilih mengundurkan diri dari posisinya sebagai corak protes terhadap kepemimpinan Starmer.
Janji Membuktikan Diri
Dalam pidatonya pada Senin (11/5), Starmer mengakui adanya kekecewaan publik terhadap kondisi Inggris dan kepemimpinannya. Namun, dia menegaskan tidak bakal mundur.
“Saya tahu ada pihak nan meragukan saya, dan saya tahu saya kudu membuktikan mereka salah, dan saya bakal melakukannya,” kata Starmer.
Pemimpin Partai Buruh berumur 63 tahun itu berjanji menghadirkan perubahan lebih besar, terutama dalam bagian pertumbuhan ekonomi, hubungan dengan Eropa, dan sektor energi.
Ia juga menyatakan bakal menasionalisasi penuh perusahaan baja British Steel dan menilai Brexit telah membikin Inggris menjadi lebih miskin, lemah, dan tidak aman.
Starmer turut menyerang pemimpin Reform UK, Nigel Farage, nan disebutnya sebagai politikus oportunis nan menyesatkan publik melalui kampanye pro-Brexit.
“Jika kita kandas memperbaiki situasi ini, negara kita bakal masuk ke jalan nan sangat gelap,” ujar Starmer.
Pemilu Jadi Pukulan Berat
Partai Buruh mengalami kemunduran signifikan dalam pemilu lokal dan regional. Partai sayap kanan Reform UK serta Partai Hijau memperoleh peningkatan bunyi dengan mengambil pedoman support Partai Buruh.
Selain itu, Partai Buruh kehilangan kendali atas parlemen Wales untuk pertama kalinya sejak lembaga tersebut dibentuk pada 1999. Di Skotlandia, partai itu juga kandas mengejar kekuasaan Scottish National Party (SNP).
Situasi tersebut memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Buruh.
Nama Menteri Kesehatan Wes Streeting dan mantan wakil perdana menteri Angela Rayner disebut-sebut berpotensi menantang Starmer. Namun, keduanya dinilai belum mempunyai support penuh di internal partai.
Sementara itu, Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham juga dianggap sebagai kandidat potensial, meski saat ini tidak mempunyai bangku di parlemen sehingga belum dapat maju dalam kontestasi kepemimpinan.
Di tengah tekanan politik tersebut, Starmer dijadwalkan memaparkan agenda legislasi pemerintah dalam pidato Raja Inggris pada Rabu. (CNA/B-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·