Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra(MI/KRISTIADI)
DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menemukan 38 orang positif tertular campak berasas hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus ini ditemukan awal Januari hingga Maret 2026.
Dinas Kesehatan mencatat 120 suspek. Saat ini, semua pasien telah sembuh setelah mereka sempat mendapat rawat inap secara intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, kasus balang di wilayahnya sejak Januari hingga Maret menemukan 120 kasus suspek. Dari hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat tercatat 38 anak di antaranya positif campak.
Semua pasien mendapat perawatan di RSUD Dr Soekardjo. Tidak ada kematian dalam kejadian tersebut.
"Temuan berasal dari pemeriksaan di puskesmas. Ditemukan ada 120 kasus suspek," ujarnya, Rabu (8/4).
Untuk menekan kasus penyakit balang di Kota Tasikmalaya terus dilakukan imunisasi.
"Dinas Kesehatan terus gencar melakukan imunisasi balang alias Outbreak Response Immunization (ORI) nan dilakukan di puskesmas dan posyandu dengan sasaran lebih dari 6.000 balita. Bagi ibu nan mempunyai balita agar memeriksakan anaknya agar mempunyai kekebalan tubuh. Penyakit balang bisa dicegah dengan imunisasi," katanya.
Menurut Asep, imunisasi dilakukan untuk anak usia 9 bulan, usia 18 bulan hingga kelas 1 SD. Petugas kesehatan di puskesmas diimbau selalu meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan memakai masker serta perangkat pelindung diri.
"Kami berambisi agar tenaga kesehatan bisa memperketat indikasi inspeksi nan muncul mulai batuk berdahak, demam tinggi, filek, mata merah, dan keluar bintik merah dari tubuh. Jika ada indikasi itu segera mendapat perawatan secara intensif. Pasien nan bergejala di rumah jangan berkumpul dengan anak sehat, termasuk saat beraktivitas makan," tandasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·