Ditemukan Proyektil, Laporan PBB: Serangan Israel Tewaskan Tiga TNI Anggota UNIFIL

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
 Serangan Israel Tewaskan Tiga TNI Anggota UNIFIL Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan saat upacara pemakaman di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo II, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/4/2026).(Antara)

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) merilis hasil awal investigasi mengenai insiden pada 29 dan 30 Maret nan menewaskan tiga prajurit TNI SAAT bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara PBB, Stephanie Dujarric.

Untuk kejadian pada 29 Maret, PBB mengungkap bahwa kajian awal dilakukan berasas sejumlah bukti, termasuk letak titik akibat dan serpihan proyektil nan ditemukan di posisi PBB 7-1. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa proyektil nan digunakan merupakan peluru utama tank berkaliber 120 mm.

Peluru tersebut disebut berasal dari tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel nan ditembakkan dari arah timur menuju wilayah Ett Taibe.

"Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi akibat terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret," kata Dujarric dalam siaran pers Pusat Informasi PBB di Indonesia, Rabu (8/4).

Sementara itu, mengenai kejadian pada 30 Maret, investigasi awal menunjukkan bahwa ledakan dipicu oleh perangkat peledak rakitan (IED). Temuan ini didasarkan pada kajian letak ledakan, kondisi kendaraan nan terdampak, serta ditemukannya IED kedua di sekitar letak pada hari nan sama.

Ledakan tersebut diyakini terjadi akibat sistem tripwire nan terpicu oleh korban.

"Investigasi menilai bahwa, mengingat letak kejadian, karakter ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah," katanya.

Dalam peristiwa tersebut, tiga prajurit TNI gugur, ialah Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon.

PBB menyatakan bahwa hasil temuan awal ini telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Lebanon, dan Israel.

Meski demikian, Dujarric menegaskan bahwa laporan tersebut tetap berkarakter awal dan didasarkan pada bukti bentuk sementara. Proses investigasi secara menyeluruh oleh PBB tetap berlangsung, termasuk prosedur lanjutan serta komunikasi dengan pihak-pihak mengenai guna memahami situasi secara lebih komprehensif di tengah bentrok nan tetap terjadi.

"Dewan Penyelidikan bakal dibentuk untuk kedua kasus tersebut, sesuai dengan prosedur nan bertindak di PBB," katanya.

PBB juga menyampaikan duka cita mendalam kepada family para prajurit nan gugur serta kepada pemerintah Indonesia.

Selain itu, angan juga disampaikan agar seluruh korban luka dalam kejadian ini maupun kejadian lainnya dapat segera pulih sepenuhnya.

"Insiden-insiden ini tidak dapat diterima. Kami telah meminta para pihak mengenai agar kasus ini diselidiki dan diproses secara norma oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap penjaga perdamaian," katanya.

Dujarric menambahkan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian PBB berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut norma internasional.

"Semua pihak kudu mematuhi tanggungjawab mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian setiap saat. Kekebalan akomodasi Perserikatan Bangsa-Bangsa kudu dihormati," katanya. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia