Dolar AS Tembus Rp 17.600, Purbaya Terjun ke Pasar Obligasi Lagi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah tetap bakal membantu pergerakan nilai tukar rupiah agar kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejak minggu lalu, pihaknya sudah terjun langsung ke pasar obligasi melalui bond stabilization fund (BSF).

Sekitar pukul 09.10 WIB nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.658 alias menguat 61 poin (0,35%). Penguatan ini merupakan kondisi nilai tukar rupiah nan terparah terhadap dolar AS sepanjang masa.

Hari ini pihaknya bakal terjun ke pasar obligasi lebih signifikan daripada minggu lalu. Targetnya pasar obligasi bisa terkendali dan memperkuat nilai tukar rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga bakal masuk ke bond market mulai hari ini, Minggu lampau udah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini bakal kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali," beber Purbaya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Dengan demikian, penanammodal asing nan memegang surat utang tidak perlu menjualnya lantaran harganya turun. Hal ini bisa meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Jadi, asing nan pegang obligasi nggak keluar lantaran takut misalnya ada capital loss gara-gara nilai obligasi turun. Itu kita bakal bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," ujar Purbaya.

Sejak minggu lalu, pihaknya bakal turun tangan membantu Bank Indonesia (BI) mengurangi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar obligasi mulai Rabu 13 Mei 2026.

"Kita bisa bakal mulai membantu besok (Rabu) mungkin," bebernya ditemui di instansi pusat Kemenkeu, Selasa (12/5/2026) nan lalu.

Purbaya menyatakan kas pemerintah saat ini sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi tekanan rupiah di pasar obligasi.

"Kita bakal coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit jika bisa. Kita tetap banyak duit nganggur, kita intervention bond market agar yield-nya nggak naik terlalu tinggi," ucap Purbaya.

"Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing nan pegang bond di sini kan ada capital loss, dia bakal keluar. Jadi kita kendalikan itu agar asing nggak keluar, alias masuk malah jika yield-nya membaik sehingga rupiah bakal menguat. Kita bakal masuk mulai besok," tambahnya.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance