Donald Trump Minta Israel Kurangi Serangan ke Libanon di Tengah Perundingan AS-Iran

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Donald Trump Minta Israel Kurangi Serangan ke Libanon di Tengah Perundingan AS-Iran Presiden AS Donald Trump(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi intensitas serangan militer di Libanon. Langkah ini diambil di tengah upaya diplomatik intensif antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri eskalasi bentrok di area Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan NBC News, Kamis (9/4), Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin Israel tersebut.

"Saya berbincang dengan Bibi (Netanyahu) dan dia bakal mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita kudu sedikit lebih mengurangi serangan," ujar Trump.

Trump menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi kesepakatan perdamaian permanen antara AS dan Iran. Pernyataan ini menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua minggu nan disepakati pada Selasa malam (7/4). Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Teheran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan daya dunia.

Diplomasi di Islamabad

Menindaklanjuti pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa delegasi Teheran bakal memulai pembicaraan langsung dengan pihak AS di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4). Pertemuan ini diharapkan menjadi titik kembali setelah ketegangan dahsyat nan melanda area sejak awal tahun.

Namun, jalan menuju perdamaian tetap menghadapi tantangan. Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Libanon sebenarnya tidak termasuk dalam poin kesepakatan langsung dengan Iran, mengingat keberadaan aktivitas Hizbullah.

Di sisi lain, Iran memandang kelanjutan operasi militer Israel di Libanon sebagai corak pelanggaran terhadap semangat gencatan senjata nan telah dicapai dengan Washington.

Kronologi Konflik dan Dampak Global

Ketegangan terbaru di Timur Tengah ini berakar dari serangan campuran AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, nan kemudian memicu tindakan jawaban berantai. Berikut adalah ringkasan lini masa dan poin krusial bentrok tersebut:

Tanggal / Waktu Peristiwa Penting
28 Februari Serangan campuran AS dan Israel terhadap wilayah Iran memicu eskalasi besar.
Pasca 28 Februari Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel, akomodasi militer AS, dan membatasi lampau lintas di Selat Hormuz.
7 April Presiden Trump mengumumkan gencatan senjata 2 minggu; Iran setuju buka Selat Hormuz.
9 April Trump meminta Netanyahu mengurangi serangan ke Lebanon; Netanyahu instruksikan kabinet bicara dengan Lebanon.
10 April Rencana dimulainya pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Pakistan.

Konflik ini sebelumnya telah memberikan tekanan berat pada ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz sempat memicu gangguan pasokan daya dan lonjakan nilai minyak bumi secara signifikan. Dengan adanya petunjuk Netanyahu kepada kabinetnya untuk memulai pembicaraan langsung dengan Libanon guna melucuti senjata Hizbullah, angan bakal stabilitas jangka panjang di Timur Tengah sekarang kembali terbuka. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia