DPR Desak Pemerintah Pastikan Kondisi WNI-Jurnalis Diculik Israel

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa berharap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meletakkan perhatian serius terhadap kasus penculikan lima WNI oleh tentara Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) menuju Gaza, Senin (18/5).

Menurut Saan, pemerintah kudu segera memastikan terlebih dulu lima WNI, nan empat di antaranya merupakan wartawan dalam keadaan selamat.

"Ya tentu pertama memastikan keberadaan kedua WNI itu dalam keadaan selamat ya, aman, itu krusial juga untuk memastikan," kata Saan di kompleks parlemen, Selasa (19/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Saan, kepastian itu krusial untuk memberi ketenangan terhadap keluarga. Saan juga mengimbau perwakilan Indonesia lain dalam misi tersebut nan selamat dan tetap berlayar untuk tidak memaksakan menembus barikade Israel dan memasuki Gaza.

"Supaya family nan dari kedua WNI juga tenang ya, ketika mendapatkan keluarganya nan ditangkap di sana," katanya.

Hingga Selasa (19/5) pagi WIB, alias sehari usai penangkapan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sebagai lembaga nan menaungi wakil Indonesia dalam GSF mencatat kenaikan kapal nan dicegat militer Israel telah mencapai 40 dari semula hanya 17 kapal.

Dari jumlah itu, sebanyak 332 dari total 400 lebih rombongan GSF dari 45 negara nan ditahan. Sementara, dari sembilan WNI nan ikut misi tersebut, lima di antaranya dikonfirmasi telah ditahan. Dari lima WNI nan ditahan, empat di antaranya merupakan jurnalis.

Kelimanya yakni, Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kapal BorAlize, Andre Nugroho (jurnalis Tempo) di Kapal Ozgurluk, Rahendra Herubowo (jurnalis Inews) di kapal Ozgurluk, Thoudy Badai (jurnalis Republika) di Kapal Ozgurluk, dan Andi Angga Prasadewa (Rumah Zakat).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras pasukan Israel nan menculik WNI nan tergabung dalam GPCI dalam armada kapal GSF.

Kementerian Luar Negeri, lanjut dia, mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional nan ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran support kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai norma humaniter internasional.

"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel nan telah mencegat sejumlah kapal nan tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata ahli bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/5).

(isn/thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional